• Minggu, 11 Oktober 2026

Karhutla Mengancam! BMKG Minta Warga Waspadai Wilayah Kering pada 20–26 Agustus 2026

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 06:29 WIB
Karhutla Mengancam! BMKG Minta Warga Waspadai Wilayah Kering pada 20–26 Agustus 2026
Karhutla Mengancam! BMKG Minta Warga Waspadai Wilayah Kering pada 20–26 Agustus 2026

Analisis BMKG juga menunjukkan kondisi atmosfer secara umum kurang mendukung pembentukan awan hujan, meskipun aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) masih memberikan peluang pertumbuhan awan di sejumlah wilayah.

Wilayah tersebut antara lain Sumatra, Kalimantan Timur bagian utara, dan Kalimantan Utara.

Sementara itu, gelombang Kelvin diprediksi aktif di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, serta Kalimantan Barat.

Berdasarkan analisis Fire Weather Index (FWI), BMKG memperkirakan potensi karhutla pada periode 20–26 Agustus 2026 berada pada kategori rendah hingga sangat tinggi di sejumlah wilayah Indonesia.

Di Sumatra, potensi karhutla perlu mendapat perhatian khusus di Aceh bagian utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu bagian barat, Sumatra Selatan, Lampung, serta Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara di Pulau Jawa, potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan terjadi di hampir sebagian besar wilayah.

Untuk Kalimantan, tingkat kewaspadaan terutama diperlukan di Kalimantan Barat bagian tengah dan selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Timur.

BMKG juga memberikan perhatian khusus terhadap tujuh provinsi prioritas pemantauan karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dalam 10 hari terakhir, jumlah titik panas di wilayah tersebut terpantau mengalami fluktuasi.

Selain titik panas, BMKG juga mendeteksi keberadaan asap di sejumlah wilayah.

Sebaran asap terpantau di Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Secara umum, sebaran asap bergerak dari arah barat menuju timur laut. Sementara arah angin di sebagian besar wilayah Indonesia bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara.

Meski kondisi atmosfer cenderung kering, peluang pertumbuhan awan hujan masih terdapat di sejumlah daerah.

BMKG memprakirakan potensi pertumbuhan awan hujan dengan kategori tinggi atau lebih dari 70 persen terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, serta sejumlah wilayah Papua.

Dalam 24 jam terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat juga masih terjadi di sebagian wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bengkulu, Lampung, Banten, dan Kalimantan Utara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X