• Minggu, 11 Oktober 2026

Wartawan Religius Itu Telah Tiada, Selamat Jalan H. Bagio

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:39 WIB
Wartawan Religius Itu Telah Tiada, Selamat Jalan H. Bagio
Wartawan Religius Itu Telah Tiada, Selamat Jalan H. Bagio

Pada 2010, H. Bagio mengajak saya mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) untuk meningkatkan status keanggotaan dari anggota muda menjadi anggota biasa di PWI Jawa Barat.

Kala itu saya sedang bertugas di Kota Sukabumi. Saya pindah dari Kota Bogor, setelah sebelumnya bekerja di Radar Bogor, untuk menjadi Pemimpin Redaksi Harian Radar Sukabumi.

Almarhum datang menjemput saya ke kantor Radar Sukabumi di Jalan Salabintana, Cimangga, Kota Sukabumi.

Ia tiba sekitar pukul 19.30 WIB dan harus menunggu saya selama kurang lebih tiga jam karena saya masih menyelesaikan pekerjaan di kantor.

Sekitar pukul 22.30 WIB, kami akhirnya berangkat dari Sukabumi menuju Bandung.

Namun, perjalanan tersebut tidak seperti perjalanan wartawan pada umumnya. Kami tidak memiliki uang untuk menginap di hotel atau losmen. Akhirnya, kami memilih bermalam di sebuah masjid di Kota Bandung.

Karena kelelahan, saya tertidur pulas di Masjid Al Mukaromah dengan alas karpet yang sudah keras.

Sementara itu, H. Bagio tetap terjaga.

Ketika azan Subuh berkumandang, almarhum membangunkan saya.

“Ayo bangun, sudah azan. Kamu tidurnya ngorok, malu sama marbot masjid yang juga menegur dan membangunkan tadi,” katanya kala itu.

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, bahkan lucu. Namun, bagi saya, itulah salah satu kenangan paling berharga tentang almarhum.

Ia bukan hanya mengajak saya menjalankan tugas organisasi dan profesi. Ia juga selalu mengingatkan saya untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim.

Selalu Mengingatkan Salat

H. Bagio selalu mengingatkan saya untuk salat tepat waktu. Tidak hanya ketika perjalanan ke Bandung, tetapi juga ketika kami bersama-sama berada di Sekretariat PWI Kabupaten Bogor.

Jika sedang bepergian bersama dan waktu salat tiba, almarhum selalu mengajak mencari masjid.

Kebiasaan kecil tersebut kini justru menjadi kenangan besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X