Potensi hanya akan menjadi kekuatan ekonomi apabila mampu diolah menjadi produk, dikemas secara profesional, dipasarkan secara luas, dan memiliki akses terhadap konsumen.
Batik Merauke yang mulai dilirik pasar nasional menjadi salah satu contoh kecil dari persoalan besar tersebut.
Produk lokal membutuhkan panggung. Pelaku usaha membutuhkan pasar. Festival membutuhkan wisatawan. Wisatawan membutuhkan akses. Dan seluruh rantai itu membutuhkan kebijakan yang konsisten.
Karena itu, momentum empat tahun berdirinya Papua Selatan seharusnya tidak hanya dirayakan dengan seremoni.
Momentum tersebut harus menjadi titik evaluasi: sejauh mana kekayaan budaya dan potensi daerah telah berubah menjadi pendapatan, lapangan kerja, ruang usaha, serta peningkatan martabat masyarakat.
Papua Selatan tidak kekurangan potensi.
Yang kini dipertaruhkan adalah kemampuan mengubah potensi menjadi nilai ekonomi dan memastikan nilai itu kembali kepada masyarakat.
Jika batik Merauke benar-benar berhasil menembus pasar nasional, maka yang sedang bergerak bukan hanya selembar kain.
Yang sedang menembus pasar nasional adalah identitas Papua Selatan.