• Senin, 12 Oktober 2026

Konflik AS-Iran: Trump Ajukan Tuntutan Kompensasi dalam Negosiasi Damai

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:49 WIB
Konflik AS-Iran: Trump Ajukan Tuntutan Kompensasi dalam Negosiasi Damai
Konflik AS-Iran: Trump Ajukan Tuntutan Kompensasi dalam Negosiasi Damai

JAKARTA, MAHATVA.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan akan memasukkan tuntutan kompensasi dari Iran dalam setiap proses negosiasi untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.

Tuntutan tersebut mencakup kompensasi atas serangan dan korban jiwa yang menurut Trump berkaitan dengan tindakan Iran selama beberapa dekade, termasuk serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat serta konflik yang melibatkan Teheran di sejumlah negara kawasan Timur Tengah.

Pernyataan Trump muncul di tengah kebuntuan negosiasi yang diharapkan dapat mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Tuntutan tambahan tersebut berpotensi memperumit upaya mencapai kesepakatan dalam waktu dekat.

“Saya juga menuntut kompensasi dari Iran,” ujar Trump, seperti dilaporkan AFP, Selasa (11/8/2026).

Trump mengatakan tuntutan kompensasi tidak hanya berkaitan dengan kerugian akibat konflik yang sedang berlangsung. Ia juga mengaitkannya dengan serangan terhadap target-target Amerika Serikat selama lebih dari dua dekade terakhir.

Selain itu, Trump menyebut pembayaran kompensasi kepada keluarga para pengunjuk rasa Iran yang tewas akibat tindakan aparat selama sekitar 50 tahun terakhir sebagai bagian dari tuntutannya.

Trump Singgung Konflik di Timur Tengah

Dalam pernyataan berikutnya, Trump memperluas tuntutannya dengan menyebut Iran harus bertanggung jawab atas kematian dan kerusakan yang terjadi di Lebanon, Suriah, Yaman, dan Gaza.

Trump juga kembali menyinggung berbagai konflik serta serangan yang menurutnya memiliki keterkaitan dengan Iran.

Salah satu peristiwa yang disebut adalah pengeboman kapal USS Cole pada 2000. Trump sebelumnya pernah menyatakan bahwa Iran memiliki keterlibatan dalam peristiwa tersebut.

Trump kemudian menegaskan bahwa seluruh tuntutan kompensasi tersebut akan menjadi bagian dari pembahasan dalam negosiasi mendatang dengan Teheran.

Negosiasi Iran-AS Terkendala Selat Hormuz

Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran saat ini menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan utama adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis bagi perdagangan energi dunia.

Iran disebut meminta Amerika Serikat terlebih dahulu mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta mencabut sanksi terhadap industri minyak negara tersebut.

Di sisi lain, Amerika Serikat menginginkan adanya kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik dan memastikan kembali terbukanya jalur pelayaran strategis tersebut.

Kebuntuan negosiasi membuat penyelesaian konflik menjadi semakin kompleks.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X