• Senin, 12 Oktober 2026

Ketika Air Susu Dibalas Air Tuba: Mama yang Menyanyi, Anak yang Lupa Pulang

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:56 WIB
Ketika Air Susu Dibalas Air Tuba: Mama yang Menyanyi, Anak yang Lupa Pulang
Ketika Air Susu Dibalas Air Tuba: Mama yang Menyanyi, Anak yang Lupa Pulang

Gelar Tinggi, Tetapi Ingatan kepada Mama Menjadi Rendah

Tidak sedikit anak yang berhasil meraih pendidikan tinggi, memperoleh pekerjaan mapan, memiliki penghasilan besar, bahkan membangun kehidupan yang jauh dari kampung halaman.

Secara finansial mereka sukses.

Secara sosial mereka dihormati.

Secara pendidikan mereka membanggakan.

Tetapi ada ironi yang terkadang menyakitkan: semakin tinggi seseorang menaiki tangga kehidupan, semakin jauh pula ia dari orang yang dahulu mendorongnya dari bawah.

Orang tua yang dahulu menjadi alasan dirinya berjuang, perlahan hanya menjadi nama dalam silsilah keluarga.

Telepon semakin jarang.

Kunjungan semakin sedikit.

Perhatian semakin terbatas.

Ketika orang tua sakit, alasan kesibukan muncul.

Ketika orang tua membutuhkan bantuan, persoalan pekerjaan menjadi penghalang.

Ketika orang tua hanya ingin mendengar suara anaknya, bahkan sebuah panggilan telepon pun terkadang terasa terlalu mahal untuk diberikan.

Padahal, ketika sang anak masih kecil, orang tua tidak pernah menghitung berapa kali mereka harus bangun di tengah malam.

Tidak pernah menghitung berapa kilometer harus ditempuh untuk mencari biaya sekolah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X