• Selasa, 13 Oktober 2026

Ferran Torres Jadi Pembeda, Spanyol Tumbangkan Argentina 1-0 dan Angkat Trofi Piala Dunia 2026

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 20 Juli 2026 | 13:36 WIB
Ferran Torres Jadi Pembeda, Spanyol Tumbangkan Argentina 1-0 dan Angkat Trofi Piala Dunia 2026
Ferran Torres Jadi Pembeda, Spanyol Tumbangkan Argentina 1-0 dan Angkat Trofi Piala Dunia 2026

MAHATVA.ID -Timnas Spanyol menutup Piala Dunia 2026 dengan kisah yang dramatis sekaligus bersejarah. La Roja memastikan gelar juara dunia setelah menaklukkan juara bertahan Argentina 1-0 pada partai final di Stadion New York-New Jersey, Senin (20/7/2026) malam waktu setempat.

Gol tunggal kemenangan dicetak Ferran Torres pada menit ke-106, mengunci permainan penuh ketegangan yang akhirnya berpihak kepada Spanyol.

Kemenangan ini menjadi penanda berakhirnya penantian panjang Spanyol sejak terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 2010.

Lebih dari sekadar gelar, kemenangan tersebut menegaskan kembali identitas sepak bola Spanyol yang mengandalkan penguasaan bola, disiplin posisi, dan kesabaran dalam membongkar pertahanan lawan.

Di sisi lain, Argentina harus merelakan ambisi mempertahankan mahkota dunia setelah gagal keluar dari tekanan sepanjang laga.

Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol langsung mengambil kendali permainan melalui skema 4-3-3 yang rapi dan agresif. Aliran bola mereka mengalir dari lini belakang ke lini tengah dengan tempo terukur, sementara para pemain sayap terus bergerak dinamis untuk membuka ruang di area pertahanan Argentina.

Dominasi itu tercermin dari penguasaan bola yang melampaui 60 persen, membuat Spanyol tampil sebagai tim yang lebih sering mengatur ritme dan arah pertandingan.

Argentina, sebaliknya, memilih pendekatan yang lebih pragmatis. Tim asuhan mereka menumpuk pemain di area pertahanan, menjaga jarak antarlini tetap rapat, dan menunggu momen untuk melancarkan serangan balik cepat.

Strategi itu cukup efektif meredam ancaman Spanyol selama 90 menit waktu normal, tetapi sekaligus membuat lini depan Albiceleste terisolasi dan minim suplai bola. Lionel Messi dan rekan-rekannya kesulitan menemukan celah untuk mengancam secara konsisten.

Pertandingan kemudian berubah arah pada penghujung waktu normal ketika gelandang Argentina, Enzo Fernsndez, menerima kartu merah langsung dari wasit. Bermain dengan 10 pemain di babak tambahan membuat Argentina kehilangan keseimbangan taktik. Mereka dipaksa bertahan lebih dalam, sementara kemampuan untuk keluar dari tekanan dan membangun serangan balik menjadi semakin terbatas.

Spanyol tidak terburu-buru. Mereka terus memutar bola, menggeser blok pertahanan Argentina dari sisi ke sisi, dan menunggu momen yang tepat untuk menusuk. Rotasi posisi yang dilakukan para gelandang dan pemain sayap membuat lini belakang Argentina terus bergerak, hingga akhirnya muncul celah kecil yang menjadi pembeda di laga final yang berjalan sangat ketat itu.

Momen penentu hadir pada menit ke-106. Ferran Torres, yang baru masuk menggantikan Alvaro Morata pada menit ke-62, menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah tekanan.

Menerima umpan Nico Williams, penyerang Barcelona itu melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke sudut atas gawang. Emiliano Martinez sudah berusaha menjangkau bola, tetapi sepakan Torres terlalu presisi untuk dihentikan. Stadion pun bergemuruh saat Spanyol unggul 1-0.

Gol tersebut bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga menempatkan Ferran Torres dalam catatan sejarah. Ia menjadi pemain pengganti pertama sejak Mario Gotze pada final Piala Dunia 2014 yang mencetak gol penentu gelar juara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X