Beberapa pembangunan infrastruktur yang tengah menjadi perhatian di antaranya pembangunan jalan Malasari dan Bomang.
Namun menurut Ajat, percepatan pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Harus ada gotong royong dan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk para pengusaha muda. Saya berharap HIPMI bisa ikut berperan," jelas Ajat.
Ia juga menyampaikan pesan Bupati Bogor agar HIPMI menjadi organisasi yang mampu menciptakan peluang pembangunan, bukan hanya menunggu kesempatan.
"Pak Bupati ingin HIPMI bukan menjadi pemancing, tetapi menjadi pemburu. Artinya mampu menyusun strategi agar visi dan misi Kabupaten Bogor dapat tercapai," tambahnya.
HIPMI Siap Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Ketua BPC HIPMI Kabupaten Bogor periode 2023–2026, Akhmad Hidayat, mengatakan Muscab V bukan sekadar memilih ketua baru, tetapi menjadi momentum memperkuat sinergi antara pengusaha muda, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurut pria yang akrab disapa Daday tersebut, pembangunan Kabupaten Bogor membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan dunia usaha.
"Kabupaten Bogor tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk HIPMI," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor selama ini memberikan ruang kepada HIPMI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui berbagai program kemitraan dan pemberdayaan ekonomi.
Dengan kepemimpinan baru yang akan ditetapkan melalui Muscab V, HIPMI Kabupaten Bogor diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan wirausaha muda, serta memperkuat investasi dan pembangunan daerah.