• Selasa, 13 Oktober 2026

Pertamina EP Zona 7 Berhasil Produksi 326 BOPD dari Sumur JAS-034 di Jatiasri

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:39 WIB
Pertamina EP Zona 7 Berhasil Produksi 326 BOPD dari Sumur JAS-034 di Jatiasri
Pertamina EP Zona 7 Berhasil Produksi 326 BOPD dari Sumur JAS-034 di Jatiasri

BOGOR, MAHATVA.ID – Kinerja sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) kembali menunjukkan hasil positif. PT Pertamina EP (PEP) Zona 7 Asset 3 berhasil menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan JAS-034 di Struktur Jatiasri, Provinsi Jawa Barat, dengan hasil uji produksi sementara mencapai 326 barel minyak per hari (BOPD).

Keberhasilan tersebut disampaikan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan produksi minyak nasional guna mendukung ketahanan energi Indonesia.

Pengeboran sumur JAS-034 dimulai pada 3 Juni 2026 dan hingga 15 Juli 2026 berhasil menyelesaikan uji produksi awal dengan capaian 326 BOPD menggunakan choke bean 11 mm.

Sumur JAS-034 dibor selama 43 hari dengan pencapaian zero accident, menunjukkan penerapan standar keselamatan kerja yang tinggi dalam operasional hulu migas.

Lokasi sumur berada di Struktur Jatiasri, Jawa Barat, dengan target utama reservoir pada Formasi Baturaja Layer BRF.

Secara teknis, pengeboran dilakukan menggunakan metode Directional Drilling (J-Type) dengan dukungan Rig PDSI #15.3/N110-M berkapasitas 1.500 HP.

Pengeboran mencapai kedalaman akhir:

  • 2.590 Meter Measured Depth (mMD)

  • 2.381,1 Meter True Vertical Depth (mTVD)

Dari sisi efisiensi biaya, proyek ini juga menunjukkan performa yang baik.

Berdasarkan estimasi lapangan (field estimate), total biaya pengeboran yang telah dikeluarkan mencapai USD 5.335.447,51, atau sekitar 61,82 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui oleh SKK Migas.

Capaian tersebut menunjukkan efisiensi dalam pelaksanaan proyek tanpa mengurangi aspek keselamatan maupun kualitas pekerjaan.

Saat ini Pertamina EP Zona 7 masih melanjutkan tahapan uji produksi lanjutan dengan melakukan variasi ukuran bean serta pengukuran Flowing Bottom Hole Pressure (FBHP) guna memperoleh data reservoir yang lebih komprehensif.

Hasil pengujian tersebut nantinya akan menjadi dasar optimalisasi produksi sebelum sumur resmi masuk ke tahap produksi penuh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X