• Selasa, 13 Oktober 2026

Peneliti FMIPA UI Temukan Dominasi Ikan Alien di Telaga Saat, Pemkab Bogor Disarankan Lakukan Eradikasi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 17 Juli 2026 | 15:06 WIB
Peneliti FMIPA UI Temukan Dominasi Ikan Alien di Telaga Saat, Pemkab Bogor Disarankan Lakukan Eradikasi
Peneliti FMIPA UI Temukan Dominasi Ikan Alien di Telaga Saat, Pemkab Bogor Disarankan Lakukan Eradikasi

BOGOR, MAHATVA.ID – Temuan mengejutkan muncul dari hasil survei yang dilakukan tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) di Telaga Saat, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Perairan yang dikenal sebagai salah satu titik nol Sungai Ciliwung itu kini didominasi oleh berbagai spesies ikan alien atau ikan introduksi yang dinilai berpotensi mengancam kelestarian ikan asli.

Survei tersebut dilakukan setelah kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bogor pada 5 Juni 2026, termasuk kegiatan pelepasliaran ikan di kawasan Telaga Saat.

Hasil penelitian dikaji oleh tim yang terdiri dari Dr. Noer Sarifah Ainy, M.Si., Luthfiralda Sjahfirdi, Mufti Patria Petala, Harinaldi, Yasman, Riani Widiarti, dan Hirmas Fuady Putra.

Menurut Dr. Noer Sarifah Ainy, tujuan pelepasliaran ikan umumnya bertujuan meningkatkan stok ikan konsumsi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Namun, di sisi lain terdapat dampak ekologis yang harus diperhatikan apabila spesies yang dilepas bukan merupakan ikan asli.

"Tujuan pelepasliaran pada 5 Juni 2026 umumnya dianggap baik, yaitu meningkatkan stok ikan konsumsi dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Namun, dampak ekologisnya sering tidak disadari. Ketika ikan alien masuk ke perairan umum, mereka dapat memanfaatkan sumber pakan dan ruang hidup yang sama dengan ikan asli," jelas Dr. Noer Sarifah Ainy, Kamis (16/7/2026).

Diduga Belida Bangkok Dilepas ke Telaga Saat

Berdasarkan analisis foto pada pemberitaan media massa, tim peneliti menyebut ikan belida yang dipegang Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor saat kegiatan pelepasliaran diduga merupakan Chitala lopis atau Belida Bangkok, yang menurut mereka merupakan spesies introduksi dan bukan ikan asli Indonesia.

Dr. Noer menjelaskan, ciri khas Belida Bangkok adalah adanya pola bulatan di bagian dekat sirip punggung hingga sirip ekor. Sementara Belida Jawa sebagai spesies asli Indonesia memiliki tubuh polos tanpa corak bulatan tersebut.

Menurut tim peneliti, spesies tersebut sebaiknya tidak dilepas ke perairan tawar Indonesia karena berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem.

Sarankan Eradikasi dan Restocking Ikan Lokal

Berdasarkan hasil survei, tim FMIPA UI merekomendasikan Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan population management atau eradikasi terhadap spesies ikan alien di Telaga Saat.

Langkah tersebut diharapkan diikuti dengan program restocking ikan asli sehingga Telaga Saat dapat dikembangkan menjadi kawasan konservasi ikan lokal berbasis daerah aliran sungai (DAS), yang disebut sebagai model pertama di kawasan Jabodetabek.

Tim peneliti mengusulkan eradikasi dilakukan secara ramah lingkungan melalui kegiatan penangkapan menggunakan jaring maupun lomba memancing.

Adapun beberapa spesies yang disarankan untuk dikendalikan antara lain:

  • Platy Pedang

  • Ikan Mas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X