Setelah Puluhan Tahun Dinanti, Blok Masela Resmi Dimulai: Tonggak Energi dan Kesejahteraan Baru dari Jantung Maluku
MAHATVA.ID -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin upacara peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Momen bersejarah ini ditandai dengan antusiasme ribuan warga yang tumpah ruah sejak dini hari di lokasi upacara. Hadir pula jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Penjabat Gubernur Maluku, Bupati Kepulauan Tanimbar, unsur pimpinan TNI dan Polri, serta direksi kontraktor utama Inpex Corporation.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyaksikan jalannya upacara secara langsung melalui sambungan konferensi video dari Istana Negara.
Acara ini menjadi penanda resmi dimulainya pembangunan lapangan gas terbesar di Indonesia yang telah menunggu waktu lama untuk direalisasikan. Berbeda dengan rencana awal, proyek ini akhirnya menggunakan konsep fasilitas produksi di darat (onshore) di Pulau Yamdena.
Selain itu, Blok Masela akan memiliki kapasitas produksi puncak mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun, ditambah pasokan gas pipa sebesar 150 juta kaki kubik per hari khusus untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Total investasi yang digelontorkan untuk proyek ini mencapai Rp 140 triliun.
Dalam arahannya secara virtual, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Blok Masela memiliki makna jauh melampaui sekadar eksploitasi sumber daya alam.
"Kita memerlukan energi ini untuk melaksanakan transformasi bangsa. Kita ingin menjadi negara modern, bangsa yang produktif seperti negara-negara maju," tegas Presiden.
Kepala Negara juga menekankan prinsip kemitraan yang adil dan setara dalam pelaksanaan proyek ini.
"Para investor harus memperoleh keuntungan, tapi kita tidak ingin mitra merasa dirugikan. Kita membangun kemitraan yang setara, dengan harga diri sebagai bangsa," tambahnya.
Pemerintah menjamin seluruh tahapan pengelolaan proyek akan berjalan transparan dan profesional, dengan tetap menjadikan kepentingan nasional serta kesejahteraan masyarakat Maluku sebagai prioritas utama.
Membawa Harapan dan Kejayaan
Proyek ini ditargetkan mulai memproduksi gas pertama (first gas) pada tahun 2029. Saat beroperasi penuh, Blok Masela diproyeksikan memenuhi 20 persen kebutuhan gas nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir LNG terkemuka di kawasan Asia Pasifik.
Selain memperkuat ketahanan energi negara, proyek ini juga dirancang menjadi penggerak utama ekonomi wilayah. Blok Masela akan membuka jutaan lapangan kerja baru serta menjadi magnet bagi tumbuhnya industri pengolahan lanjutan di kawasan timur Indonesia.
Bagi warga Tanimbar yang telah lama menanti janji pembangunan, kehadiran proyek ini adalah awal dari babak baru.