• Selasa, 13 Oktober 2026

Prabowo Instruksikan MBG Diprioritaskan bagi Kelompok Desil Bawah

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:50 WIB
Prabowo Instruksikan MBG Diprioritaskan bagi Kelompok Desil Bawah
Prabowo Instruksikan MBG Diprioritaskan bagi Kelompok Desil Bawah

JAKARTA, MAHATVA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan agar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, daerah tertinggal, serta wilayah dengan angka stunting yang masih tinggi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari, usai mengikuti rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut Agustina, Presiden meminta agar pemerintah melakukan efisiensi dalam penyaluran program sehingga manfaat MBG dapat diterima oleh kelompok yang paling membutuhkan.

"Yang perlu diefisiensikan, yang tidak harus menerima lagi program MBG ya silakan tidak usah menerima lagi. Tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang memang prevalensi stunting-nya tinggi dan sebagainya, silakan diberikan," ujar Agustina.

Fokus Pemerintah Tata Ulang Penerima Manfaat MBG

Agustina menjelaskan, pemerintah saat ini tengah memfokuskan perhatian pada penataan kembali data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Kajian tersebut akan dilakukan secara menyeluruh dalam satu bulan ke depan guna memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.

Evaluasi dilakukan karena di lapangan terdapat berbagai kondisi yang membutuhkan pertimbangan khusus, terutama terkait latar belakang ekonomi peserta didik dalam satu sekolah yang sama.

Aspek Psikologis Siswa Jadi Pertimbangan

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian pemerintah adalah ketika dalam satu sekolah terdapat siswa dari kelompok ekonomi yang berbeda.

Agustina menilai pemerintah harus mempertimbangkan dampak psikologis apabila hanya sebagian siswa yang menerima program MBG, sementara siswa lainnya tidak.

"Misalnya ada sekolah negeri yang muridnya 50 persen berasal dari desil menengah ke bawah dan 50 persen dari desil menengah ke atas. Jangan sampai ada yang menerima, ada yang tidak. Itu juga harus dipertimbangkan secara psikologis," jelasnya.

Prabowo Minta Kebijakan Tidak Diambil Terburu-buru

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo juga meminta seluruh jajaran pemerintah untuk tidak tergesa-gesa dalam menetapkan kebijakan terkait Program Makan Bergizi Gratis.

Menurutnya, kebijakan yang menyangkut jutaan masyarakat harus diputuskan secara matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial, ekonomi, dan psikologis.

"Karena memang tidak mudah mengambil sebuah kebijakan untuk jutaan orang," kata Agustina menyampaikan arahan Presiden.

Program MBG Tetap Difokuskan untuk Menekan Stunting

Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi salah satu program prioritas nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, memperkuat sumber daya manusia, serta menekan angka stunting di Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X