• Selasa, 13 Oktober 2026

Bogorku Bersih 2026 Dimulai, Dedie Rachim Sebut Pengelolaan Sampah Cerminan Peradaban Masyarakat

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 16 Juli 2026 | 14:01 WIB
Bogorku Bersih 2026 Dimulai, Dedie Rachim Sebut Pengelolaan Sampah Cerminan Peradaban Masyarakat
Bogorku Bersih 2026 Dimulai, Dedie Rachim Sebut Pengelolaan Sampah Cerminan Peradaban Masyarakat

BOGOR, MAHATVA.ID – Menjelang pelaksanaan penilaian lapangan Program Bogorku Bersih Tahun 2026, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim membuka Workshop Bogorku Bersih di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Selasa (14/7/2026).

Dalam sambutannya, Dedie Rachim mengapresiasi konsistensi Radar Bogor yang selama 11 tahun terus menyelenggarakan Program Bogorku Bersih sebagai gerakan edukasi masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah.

Menurut Dedie, program tersebut telah menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah melalui berbagai pendekatan, termasuk pemberian insentif serta penguatan partisipasi warga.

"Luar biasa, Bogorku Bersih sudah berlangsung selama 11 tahun. Alhamdulillah juga berkat perjuangan semua, arah kebijakan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, insyaallah akan selesai, dengan akan dibangunnya PSEL. Hebatnya Kota Bogor satu-satunya yang akan memiliki dua PSEL," ujar Dedie Rachim.

Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir, tetapi juga mencerminkan tingkat peradaban masyarakat. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus diiringi perubahan perilaku dan budaya masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Sementara itu, CEO Radar Bogor sekaligus Penanggung Jawab Program Bogorku Bersih, Nihrawati, mengatakan kategori perlombaan pada Bogorku Bersih Tahun 2026 masih sama seperti tahun sebelumnya dengan total 151 peserta yang telah lolos tahap verifikasi.

Menurut Nihrawati, fokus penilaian tahun ini lebih diarahkan pada penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber, meliputi pemilahan sampah organik dan anorganik, keberadaan sistem pengelolaan sampah, kedisiplinan warga dalam memilah sampah, penerapan ekonomi sirkular melalui bank sampah, hingga tingkat partisipasi masyarakat.

"Jadi titik beratnya pada sampah organik dan anorganik," ujarnya.

Jumlah kelurahan yang mengikuti Program Bogorku Bersih Tahun 2026 juga mengalami peningkatan signifikan. Jika tahun sebelumnya hanya diikuti 26 kelurahan, kini seluruh 62 kelurahan di Kota Bogor turut berpartisipasi.

Ke-62 kelurahan tersebut terdiri dari:

  • 17 kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan,

  • 14 kelurahan di Bogor Barat,

  • 10 kelurahan di Tanah Sareal,

  • 8 kelurahan di Bogor Tengah,

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X