• Rabu, 14 Oktober 2026

Prabowo Tegaskan Fokus Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Berantas Korupsi di Hari Koperasi ke-79

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 13 Juli 2026 | 16:38 WIB
Prabowo Tegaskan Fokus Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Berantas Korupsi di Hari Koperasi ke-79
Prabowo Tegaskan Fokus Perkuat Ketahanan Pangan, Energi, dan Berantas Korupsi di Hari Koperasi ke-79

Di sektor energi, Presiden menyampaikan pemerintah telah meluncurkan bahan bakar B50 yang menggunakan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit.

Menurutnya, kebijakan tersebut membuat Indonesia mulai menghentikan impor solar.

"Mulai bulan ini kita tidak impor lagi solar dari luar negeri. Para peneliti kita juga sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit, etanol dari singkong, jagung, dan sorgum," katanya.

Ia optimistis dalam tiga hingga empat tahun mendatang Indonesia mampu memproduksi bahan bakar berbasis tanaman secara mandiri sehingga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian nasional.

Presiden juga mengungkapkan pemerintah telah mengonsolidasikan lebih dari 1.000 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke dalam satu dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) dengan nilai sekitar 1 triliun dolar Amerika Serikat.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan ekonomi besar yang harus dikelola secara optimal.

"Jangan selalu pesimistis. Rendah hati boleh, tetapi jangan rendah diri. Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang besar," ujarnya.

Dalam pidatonya, Presiden turut memberikan peringatan keras kepada pelaku korupsi agar menghentikan praktik yang merugikan negara.

"Saya peringatkan kepada para koruptor, sadar diri. Hentikan praktik-praktik korupsi. Kembalikan kekayaan rakyat. Rakyat membutuhkan keadilan dan kesejahteraan," tegasnya.

Prabowo menambahkan, anggaran negara harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, kesejahteraan aparatur negara, serta memperkuat profesionalisme TNI dan Polri.

Menutup pidatonya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan menghindari sikap saling menjatuhkan.

Ia menegaskan pemerintah tetap terbuka terhadap kritik yang membangun sebagai bagian dari upaya memperbaiki kinerja pemerintahan.

"Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa, dan satu keluarga. Kita menerima kritik karena kritik adalah bentuk koreksi agar kita tetap waspada dan terus memperbaiki diri," kata Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X