• Rabu, 14 Oktober 2026

TNI AL Dukung Swasembada Pangan, Kodaeral V Perkuat Produksi Kedelai di Jombang

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 12 Juli 2026 | 14:37 WIB
TNI AL Dukung Swasembada Pangan, Kodaeral V Perkuat Produksi Kedelai di Jombang
TNI AL Dukung Swasembada Pangan, Kodaeral V Perkuat Produksi Kedelai di Jombang

JOMBANG, MAHATVA.ID – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Daerah Maritim (Kodaeral) V terus memperkuat dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Bantuan Pemerintah (BanPem) Kegiatan Kedelai Tahun 2026 yang digelar di Ruang Rapat KPRI, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (9/7/2026).

Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Ir. Much. Rony, MM, dan dihadiri jajaran TNI AL, di antaranya Kadister Kodaeral V Kolonel Laut (T) Bagus Arianto, A.Md., S.T. serta Kadispen Kodaeral V Kolonel Laut (P) Arif Priwadi Wibowo, M.Tr.Opsla. Turut hadir perwakilan PT Bravo, PT Aneka Nutrisi Global, penyuluh pertanian, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pemaparannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyebutkan bahwa daerah tersebut memiliki potensi pengembangan komoditas kedelai seluas sekitar 3.600 hektare dengan produktivitas rata-rata 1,5 ton per hektare.

Potensi tersebut dinilai masih dapat terus ditingkatkan melalui sinergi lintas sektor, termasuk pendampingan dari TNI AL dalam mendukung peningkatan produksi kedelai nasional sebagai bagian dari program ketahanan pangan.

Rapat koordinasi juga membahas sejumlah strategi untuk memperkuat produksi kedelai nasional.

Beberapa di antaranya adalah usulan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) bagi komoditas kedelai guna memberikan kepastian harga kepada petani, mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai, serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Selain itu, penguatan kemitraan antara petani, penyedia benih unggul, dan perusahaan off-taker juga menjadi perhatian agar hasil panen memiliki kepastian pasar dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam forum tersebut juga dipaparkan keberhasilan program demplot budidaya kedelai di Kabupaten Nganjuk yang telah dilaksanakan di Kecamatan Wilangan, Rejoso, dan Bagor.

Program yang mencakup lahan sekitar 2.300 hektare itu berhasil mencatat produktivitas lebih dari 2 ton per hektare, lebih tinggi dibanding rata-rata produktivitas saat ini.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi model pengembangan budidaya kedelai di Kabupaten Jombang.

Berdasarkan hasil rapat, luas usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program peningkatan produksi kedelai di Kabupaten Jombang bertambah dari 378 hektare menjadi 446 hektare.

Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Sumobito, Tembelang, Ngusikan, dan Kesamben yang akan menjadi wilayah prioritas pengembangan kedelai pada tahun 2026.

Sementara itu, varietas kedelai yang paling banyak dibudidayakan petani adalah Anjasmoro. Di Kecamatan Sumobito juga mulai dikembangkan varietas unggul DETAP 1 pada lahan seluas 50 hektare sebagai bagian dari diversifikasi varietas kedelai.

Melalui kolaborasi antara TNI AL, pemerintah daerah, dunia usaha, penyuluh pertanian, dan para petani, program peningkatan produksi kedelai diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas strategis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X