• Rabu, 14 Oktober 2026

Sekda Bogor Serukan Sense of Crisis, Ini Strategi Pemkab Hadapi Tantangan Fiskal 2026

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 8 Juli 2026 | 14:43 WIB
Sekda Bogor Serukan Sense of Crisis, Ini Strategi Pemkab Hadapi Tantangan Fiskal 2026
Sekda Bogor Serukan Sense of Crisis, Ini Strategi Pemkab Hadapi Tantangan Fiskal 2026

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mulai menyiapkan berbagai strategi menghadapi tantangan fiskal pada Tahun Anggaran 2026. Di tengah proyeksi tekanan terhadap keuangan daerah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat daerah memiliki sense of crisis agar pengelolaan anggaran semakin efektif, efisien, dan tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Ajat sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi dinamika fiskal yang diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik maupun menghambat laju pembangunan daerah.

"Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis, agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat," ujar Ajat Rochmat Jatnika.

Sekda menegaskan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus mampu melakukan penyesuaian strategi kerja dengan mengedepankan efisiensi anggaran, namun tetap menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pelayanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bogor diminta terus memberikan layanan terbaik melalui tata kelola yang lebih efektif dan efisien, tanpa menambah pembiayaan yang tidak produktif.

Menurut Ajat, efisiensi bukan berarti mengurangi pelayanan, melainkan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

Di tengah keterbatasan ruang fiskal, Pemkab Bogor juga memperkuat berbagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi aset milik pemerintah.

Beberapa aset yang akan dimaksimalkan antara lain videotron, billboard, taman kota, hingga fasilitas publik lain yang memiliki nilai ekonomi.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memperkuat pendataan dan penataan perizinan villa di kawasan Puncak sebagai langkah meningkatkan penerimaan pajak daerah secara lebih tertib, transparan, dan terukur.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus menciptakan tata kelola investasi dan usaha yang lebih baik.

Meski menghadapi tekanan fiskal, Ajat memastikan berbagai program prioritas tetap berjalan, mulai dari penataan lingkungan, normalisasi saluran air, hingga peningkatan kebersihan kawasan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada kolaborasi antara pemerintah daerah, kecamatan, desa, hingga masyarakat.

Salah satu contoh sinergi tersebut saat ini terlihat dalam penataan kawasan Cijayanti–Bojong Koneng yang dipersiapkan menjadi salah satu wajah baru Kabupaten Bogor.

Ajat Rochmat Jatnika menegaskan Pemerintah Kabupaten Bogor tetap berkomitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, meningkatkan integritas aparatur, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun menghadapi tantangan fiskal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X