• Rabu, 14 Oktober 2026

Kontroversi Balogun Memanas, UEFA Kecam FIFA Usai Kartu Merah Penyerang AS Dibatalkan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 7 Juli 2026 | 15:57 WIB
Kontroversi Balogun Memanas, UEFA Kecam FIFA Usai Kartu Merah Penyerang AS Dibatalkan
Kontroversi Balogun Memanas, UEFA Kecam FIFA Usai Kartu Merah Penyerang AS Dibatalkan

Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, bahkan menilai apabila benar terdapat intervensi politik dalam proses tersebut, maka hal itu merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip olahraga.

"Jika sebuah panggilan telepon benar-benar menjadi alasan di balik keputusan yang tidak masuk akal ini, maka hal tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan paling mendasar dalam sepak bola," katanya.

RBFA juga disebut tengah menyiapkan langkah hukum dan mempertimbangkan banding melalui jalur yang disediakan FIFA maupun Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Blatter Ikut Bersuara

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter turut mengkritik keputusan tersebut.

Melalui akun media sosial X, Blatter menegaskan bahwa kartu merah seharusnya dibatalkan berdasarkan regulasi dan bukti, bukan melalui intervensi politik.

"Sepak bola tidak boleh menjadi taman bermain bagi kekuasaan politik," tulis Blatter.

FIFA Gunakan Pasal 27

Dalam pernyataan singkatnya, FIFA hanya menyebut bahwa pembatalan hukuman dilakukan berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

Pasal tersebut memberikan kewenangan kepada FIFA untuk menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin secara penuh maupun sebagian.

Namun, pasal tersebut belum pernah digunakan sebelumnya dalam penyelenggaraan Piala Dunia.

Keputusan ini dinilai bertentangan dengan regulasi turnamen yang secara tegas menyebut pemain yang menerima kartu merah otomatis harus menjalani hukuman pada pertandingan berikutnya.

Tuchel Soroti Inkonsistensi VAR

Pelatih tim nasional Inggris Thomas Tuchel ikut mempertanyakan keputusan FIFA.

Menurutnya, pembatalan hukuman Balogun membuka ketidakpastian terhadap seluruh proses disipliner, terutama setelah bek Inggris Jarell Quansah juga menerima kartu merah melalui tinjauan VAR.

"Di mana batasnya? Siapa yang berhak membatalkan keputusan wasit? Atas dasar apa? Saya tidak punya jawaban," kata Tuchel.

Ia menilai sepak bola membutuhkan konsistensi dalam penerapan aturan agar seluruh peserta diperlakukan secara adil.

CAS Siap Tangani Banding

Di tengah polemik tersebut, Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dikabarkan telah membentuk divisi khusus untuk menangani penyelesaian sengketa secara cepat selama Piala Dunia berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X