• Rabu, 14 Oktober 2026

Harga Minyak Dunia Menguat Tipis, Ketegangan Selat Hormuz Tahan Tekanan Pasokan OPEC+

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 7 Juli 2026 | 15:25 WIB
Harga Minyak Dunia Menguat Tipis, Ketegangan Selat Hormuz Tahan Tekanan Pasokan OPEC+
Harga Minyak Dunia Menguat Tipis, Ketegangan Selat Hormuz Tahan Tekanan Pasokan OPEC+

JAKARTA, MAHATVA.ID – Harga minyak dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (7/7/2026) di tengah meningkatnya kembali kekhawatiran keamanan di kawasan Selat Hormuz. Penguatan ini terjadi meskipun pasar dibayangi ekspektasi meningkatnya pasokan minyak global setelah Arab Saudi memangkas harga jual resmi (Official Selling Price/OSP) untuk pasar Asia serta keputusan OPEC+ menaikkan produksi.

Pada pukul 08.55 WIB, harga West Texas Intermediate (WTI) naik 0,39 persen menjadi US$68,82 per barel, sedangkan Brent Crude menguat 0,38 persen ke level US$72,26 per barel.

Kenaikan tersebut mencerminkan pasar yang masih menimbang dua sentimen besar, yakni bertambahnya pasokan minyak mentah global di satu sisi dan risiko geopolitik yang masih membayangi jalur distribusi energi dunia di sisi lain.

Ketegangan Selat Hormuz Kembali Jadi Perhatian

Sentimen utama yang menopang harga minyak berasal dari laporan insiden keamanan terhadap sebuah kapal tanker di dekat Selat Hormuz, lepas pantai Oman.

Kapal tersebut dilaporkan terkena proyektil hingga menyebabkan kebakaran. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.

Selat Hormuz sebelumnya mulai kembali normal setelah tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Jalur tersebut kini telah dibuka kembali bagi kapal-kapal komersial, termasuk armada yang berafiliasi dengan Jepang.

Namun demikian, volume pelayaran masih belum sepenuhnya kembali ke tingkat sebelum konflik.

Pelaku pasar menilai insiden keamanan seperti ini berpotensi memperlambat normalisasi ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia dan mempertahankan premi risiko geopolitik pada harga minyak.

Arab Saudi Pangkas Harga Minyak ke Asia

Di sisi lain, tekanan terhadap harga minyak datang dari kebijakan Saudi Aramco yang memangkas harga jual resmi minyak mentah Arab Light untuk pengiriman Agustus ke pasar Asia.

Penurunan harga tersebut bahkan membuat Arab Light diperdagangkan dengan diskon terhadap patokan regional untuk pertama kalinya sejak 2020.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa persaingan pasar minyak global semakin ketat seiring meningkatnya pasokan dari negara-negara produsen utama.

Langkah Arab Saudi juga sejalan dengan keputusan OPEC+ yang sebelumnya menyepakati kenaikan target produksi mulai Agustus, sehingga memperkuat ekspektasi pasar bahwa suplai minyak dunia akan semakin melimpah dalam beberapa bulan mendatang.

Margin Kilang Masih Menjadi Penyangga

Meski pasokan minyak mentah meningkat, sejumlah analis menilai pasar produk olahan minyak masih relatif ketat.

Lembaga riset ANZ menyebut margin pengolahan (refining margin) yang masih tinggi serta persediaan bahan bakar yang terbatas menjadi faktor yang menahan pelemahan harga minyak lebih dalam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X