Di sisi lain, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengambil pendekatan yang lebih moderat. Ia menilai konflik berkepanjangan justru merugikan semua pihak.
“Solusinya bukan pada eskalasi, tetapi akal sehat, dialog, dan menghindari kehancuran lebih lanjut,” katanya.
Selama sekitar 40 hari konflik berlangsung, ribuan amunisi melaporkan kerusakan berbagai infrastruktur di Iran, mulai dari fasilitas energi hingga transportasi. Sejumlah rumah sakit, sekolah, dan kawasan organisasi mengalami kerusakan signifikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata diperpanjang, risiko eskalasi masih tinggi, terutama di tengah perpecahan internal dan tekanan eksternal yang terus meningkat.