• Senin, 19 Oktober 2026

Danrem 061 Perkuat Sinergi Bogor, Fokus Kamtibmas dan Pembangunan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 16 April 2026 | 21:27 WIB
Danrem 061 Perkuat Sinergi Bogor, Fokus Kamtibmas dan Pembangunan
Danrem 061 Perkuat Sinergi Bogor, Fokus Kamtibmas dan Pembangunan

Bogor, MAHATVA.ID – Komandan Korem 061/Suryakancana, Thomas Rajunio, menggelar pertemuan strategis bersama Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan Bupati Bogor Rudy Susmanto di Makorem 061/Suryakancana, Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (16/4/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kapolresta Bogor Kota Rio Wahyu Anggoro serta Kapolres Bogor Wikha Ardilestanto.

Agenda utama dalam pertemuan ini adalah membahas situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta percepatan pembangunan di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Brigjen TNI Thomas Rajunio menyampaikan bahwa komunikasi antara TNI dan pemerintah daerah selama ini telah berjalan dengan baik. Namun, pertemuan di Makorem ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi secara lebih formal.

“Kami sebenarnya sudah sering bertemu di berbagai kesempatan. Tapi ini pertama kali kami undang secara resmi ke Makorem untuk membahas kamtibmas dan percepatan pembangunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, TNI juga menegaskan komitmennya dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah. Beberapa program yang didorong antara lain ketahanan pangan, penguatan koperasi, serta dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, terdapat pula program pendidikan seperti Sekolah Hayat yang telah berjalan di wilayah Bogor.

Di sektor infrastruktur, Korem 061/Suryakancana tengah menjalankan program pembangunan melalui Jembatan Perintis Garuda yang difokuskan pada wilayah rawan bencana.

Program ini menjadi solusi atas sejumlah kejadian jembatan hanyut akibat banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah Bogor.

“Beberapa kejadian jembatan hanyut sudah terjadi. Kami memperbaikinya menggunakan anggaran TNI dan bekerja sama dengan pemerintah daerah,” jelas Thomas.

Setiap Korem ditargetkan mampu membangun hingga lima jembatan per bulan, dengan pelaksanaan yang tetap disesuaikan kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat.

Proses perencanaan dilakukan melalui kajian teknis oleh Detasemen Zeni Bangunan, terutama terkait kondisi pondasi dan lokasi pembangunan.

Thomas menegaskan bahwa program TNI dan pemerintah daerah bersifat saling melengkapi, khususnya dalam menjangkau kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi.

“Ini seperti jalinan jari jemari, saling melengkapi. Kami menyasar program yang belum terakomodasi oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X