Ajat juga menegaskan bahwa Kabupaten Bogor merupakan daerah rawan bencana, sehingga aspek mitigasi dan ketahanan bencana menjadi perhatian utama dalam setiap perencanaan pembangunan.
Berbagai wilayah dengan potensi gerakan tanah dan risiko bencana lainnya terus dipetakan dan diintervensi kebijakannya, seiring dengan upaya peningkatan indeks kebencanaan.
“Bogor adalah daerah bencana, itu tidak bisa kita lupakan. Karena itu, pembangunan harus tetap memperhatikan aspek mitigasi dan ketahanan bencana,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bappedarida Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, menjelaskan bahwa proyeksi pembangunan 2027 juga harus mampu mengantisipasi dinamika bonus demografi.
“Target utama kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi dirasakan secara merata. Pusat ekonomi baru ini akan menyerap tenaga kerja secara signifikan,” ujar Bambam.
Ia optimistis, dengan sinergi seluruh perangkat daerah dan partisipasi aktif masyarakat, Kabupaten Bogor pada 2027 akan semakin istimewa dan gemilang dalam melayani rakyat.