• Rabu, 21 Oktober 2026

SKK Migas Ungkap Sumur Minas 6C-27A Produksi 602 BOPD

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:06 WIB
Sumur Minas PHR Hasilkan 602 BOPD, Lampaui Target Produksi 246 Persen
Sumur Minas PHR Hasilkan 602 BOPD, Lampaui Target Produksi 246 Persen
RIAU, MAHATVA.ID — PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat capaian produksi positif melalui pengeboran Sumur Minas 6C-27A di Lapangan Minas. Sumur yang mulai berproduksi pada 19 Oktober 2026 tersebut menghasilkan produksi awal sebesar 602 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD), jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar 245 BOPD.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi capaian penting dalam kegiatan operasi hulu minyak dan gas bumi. Produksi awal sumur mencapai sekitar 246 persen dari target yang direncanakan.

Pengeboran Sumur Minas 6C-27A dimulai pada 5 September 2026 menggunakan rig BDSI-21. Kegiatan operasi pengeboran selesai pada 23 September 2026, dengan total durasi pelaksanaan selama 38 hari, mencakup perpindahan rig (move), pengeboran (drilling), dan penyelesaian awal sumur (initial completion).

Baca Juga: SKK Migas dan Pertamina EP Mulai Bor Sumur AKP-004 di Indramayu

Sumur tersebut dibor menggunakan metode directional drilling dengan target formasi Bangko LQR (low quality reservoir) pada kedalaman 3.029 kaki terukur (feet measured depth/ftMD).

Setelah rangkaian pengeboran dan komplesi selesai, sumur berhasil mulai berproduksi atau Put On Production (POP) pada 19 Oktober 2026.

Sumur tersebut mencatat water cut sebesar 20 persen dan menggunakan Electric Submersible Pump (ESP) untuk mendukung pengangkatan fluida dari sumur.

Dengan produksi awal sebesar 602 BOPD, capaian sumur ini berada jauh di atas target produksi 245 BOPD. Hasil tersebut menjadi indikator positif dari pelaksanaan kegiatan pengeboran dan penyelesaian sumur di Lapangan Minas.

Baca Juga: SKK Migas Tajak Sumur NEB-126, Target Produksi 1,7 MMSCFD Gas

Meski demikian, keberlanjutan produksi tetap menjadi hal penting untuk diperhatikan agar kontribusi sumur terhadap produksi minyak dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Capaian tersebut mencerminkan perhatian terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), yakni kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan, dalam setiap tahapan kegiatan operasi.

Penerapan aspek HSSE serta prinsip operational excellence menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan hulu migas untuk mendukung operasi yang aman dan efektif.

Keberhasilan Sumur Minas 6C-27A diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi produksi minyak nasional. Dukungan dan doa juga diharapkan agar produksi sumur tersebut dapat bertahan secara optimal dalam jangka panjang.

“Aamiin YRA,” demikian harapan yang disampaikan dalam keterangan mengenai capaian produksi sumur tersebut.

Baca Juga: SKK Migas: Sumur West Belani-21 dan West Belani-22 Berhasil Lampaui Target

Berdasarkan data yang disampaikan Kepala SKK Migas, produksi awal Sumur Minas 6C-27A mencapai 753 barel cairan per hari (barrels of fluid per day/BFPD), dengan produksi minyak sebesar 602 BOPD.Selain keberhasilan produksi, kegiatan operasi di Sumur Minas 6C-27A juga mencatat total safe man hours sebesar 1.056 jam, terhitung sejak awal pengeboran hingga pelaksanaan uji produksi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X