• Sabtu, 10 Oktober 2026

Honor Belasan Guru SMK Diva Tunas Bangsa Cisarua Tak Kunjung Dibayarkan, Pihak Yayasan Terkesan Lepas Tangan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 22 Desember 2023 | 10:37 WIB
Honor Belasan Guru SMK Diva Tunas Bangsa Cisarua Tak Kunjung Dibayarkan, Pihak Yayasan Terkesan Lepas Tangan
Honor Belasan Guru SMK Diva Tunas Bangsa Cisarua Tak Kunjung Dibayarkan, Pihak Yayasan Terkesan Lepas Tangan

"Betul belum dibayar mulai dari April Mei Juni, karena sedang menunggu bantuan BPMU Cair," ucap kepala sekolah. 

Rachman Sobari juga mengaku bahwa per Juni 2023 lalu dirinya susah tidak menjabat lagi sebagai kepala sekolah di SMK Diva Tunas Bangsa karena semua  baik dirinya juga guru sudah diberhentikan oleh pihak yayasan dan kini sudah ada Kepala sekolah baru dan guru baru. 

"Mulai bulan Juni 2023 lalu saya sudah bukan kepala sekolah lagi, dan sekarang sudah ada kepala sekolah yang baru beserta gurunya,"  ungkapnya. 

Dirinya mengaku bahwa kejadian ini adalah mis komunikasi antara dirinya dan pihak yayasan serta para guru dan akan segera menemui pihak yayasan guna mempertanggungjawbkan semuanya

"Saya baru minggu depan akan menghadap ke yayasan untuk melaporkan pertanggungjawaban saya, pihak yayasan menunggu saya, dan ini miss komunikasi antara saya, yayasan dan guru -guru," akunya.

Rachmat juga menjelaskan alasan kenapa belum sempat menemui pihak yayasan karena sedang sakit dan juga anaknya abis di operasi serta mengurus mertuanya yang sedang sakit masuk rumah sakit. 

"Belum sempat menemui pihak yayasan karena sakit , anak juga abis masuk rumah sakit dioperasi, selanjutnya mertua masuk rumah sakit dan sibuk mengurus musibah tersebut," tuturnya. 

Menurutnya, alasan terjadi keterlambatan gaji guru belum dibayarkan hingga saat ini, dikarenakan waktu itu sedang menunggu bantuan BPMU Cair yang ternyata cairnya bukan Desember ini. 

"Anggaran untuk menggaji guru waktu itu menunggu bantuan BPMU turun, sedangkan bantuan itu baru bisa di cairnya di bulan Desember sekarang," terangnya.

Ditempat terpisah Dede selaku pihak Yayasan Diva Tunas Bangsa saat di konfirmasi melaui telepon menyampaikan, bahwa hal tersebut sepatutnya dikonfirmasi pada kepala sekolah karena Kepala sekolah tersebut telah banyak memakai uang yayasan alias Ngutang. 

"Ya kalo masalah gaji betul, cuma dikonfirmasi ke beliau utang ke yayasan berapa, atas dasar untuk gaji guru-guru," jawabnya.

Menurutnya, sebelumnya pihak Yayasan sudah sempat mengundang  guru-guru dan kepala sekolah yang lama namun tidak datang.

"Sebetulnya sudah saya undang guru-guru dan kepala sekolah yang telah memakan uang saya banyak, dengan dalih untuk gaji dan keperluan sekolah. Sedangkan dana Bos abis, tapi tidak hadir hingga saya tunggu disekolah," jelasnya.

Dede juga menjelaskan bahwa kepala sekolah sudah mengakui bahwa telah memakan uang sekolah dan sudah mengaku salah serta sudah meminta maaf namun itu gak cukup karena uang yang dipakai punya yayasan.

"Semua sudah diakui kesalahan kesalahan dia dan uang-uang yang dia pakai sudah dia jelaskan bahkan sempat memohon untuk dipertahankan jadi kepala sekolah, dan juga sudah minta maaf," dijelasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X