Ketika ditanya lebih jauh mengenai maksud norak tersebut, Kang TB dengan semangat menjelaskan.
"Ya norak lah, masa sekelas anggota dewan mau merebut organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna. Kalau mereka memang pintar, kan ada aturan mainnya dalam organisasi. Mana mungkin orang yang belum pernah aktif di Karang Taruna tiba-tiba mau mengambil alih. Itu namanya norak," katanya diselingi tawa.
Kang TB juga menyayangkan sikap politisi yang menurutnya cenderung arogan dan seakan sok berkuasa dalam upaya mereka mengambil alih Karang Taruna.
"Jangan mentang-mentang dia dari partai besar, terus mau menang dalam segala hal dengan cara yang tidak benar. Belum berkuasa sudah sok berkuasa, kapan mau berubah Kabupaten Bogor? Kasihan partainya punya kader seperti itu… itu juga kalau isunya benar," lanjutnya.
Di sela-sela pembicaraan, Kang TB menyinggung bahwa Kabupaten Bogor seringkali dihiasi kisruh politik yang berkepanjangan. Menurutnya, perlu adanya perubahan budaya politik di Kabupaten Bogor agar tidak selalu terjebak dalam intrik semacam ini.
"Pemimpin ke depan harus menciptakan budaya baru, agar Kabupaten Bogor bisa menjadi lebih istimewa. Kita harus rubah mindset, menciptakan suasana yang lebih elegan dalam berpolitik, sehingga bisa berpikir dan bertindak lebih dewasa," paparnya.
Kang TB juga menegaskan bahwa sebagai MPKT, ia akan mempertahankan Karang Taruna Kabupaten Bogor agar tidak dijadikan kendaraan politik oleh pihak-pihak yang hanya mengejar kekuasaan dan kepentingan sesaat.
"Saya akan mempertahankan kekaryaan yang diusung Karang Taruna, jangan sampai dijadikan alat politik," pungkasnya mengakhiri pembicaraan.