MAHATVA.ID -Kecurangan seleksi PPPK di Kabupaten Kepulauan Tanimbar kembali memicu kemarahan publik. Jems Masela, pemuda vokal asal Desa Arma, Kecamatan Nirunmas, menyerukan aksi tegas dari Bupati Ricky Jauwerissa untuk mengusut tuntas dugaan manipulasi seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II Tahun 2024.
Gelombang kekecewaan datang dari sejumlah tenaga honorer yang telah lama mengabdi, namun harus tersingkir oleh peserta yang diduga tak memiliki rekam jejak pengabdian di instansi manapun.
“Bupati jangan hanya diam. Ini bukan isu sepele. ini soal keadilan dan masa depan orang-orang yang telah puluhan tahun mengabdi dengan loyalitas tinggi,” tegas Masela dalam pernyataannya kepada media.
Dugaan Praktik Curang dan SK Misterius
Masela mengungkap bahwa beberapa peserta yang lulus PPPK dan sudah mengantongi SK, justru tak pernah tercatat sebagai tenaga honorer. Sementara, mereka yang memiliki pengalaman bertahun-tahun malah gagal tanpa alasan yang jelas. Kejanggalan itu memicu spekulasi adanya praktik kotor dalam sistem seleksi.
“Masyarakat butuh jawaban, bukan diam seribu bahasa. Kalau memang ada permainan, segera bongkar. Libatkan auditor independen, Ombudsman, bahkan aparat hukum bila perlu,” tandasnya.
Desakan Pembentukan Tim Investigasi Independen
Untuk membuktikan integritas seleksi dan mengembalikan kepercayaan publik, Masela mendesak Bupati Tanimbar membentuk tim investigasi independen, terdiri dari unsur pemerintah, masyarakat, dan pemantau eksternal.
“Periksa ulang seluruh dokumen seleksi. Panggil panitia, klarifikasi, dan umumkan hasilnya secara terbuka. Transparansi bukan pilihan, tapi kewajiban,” katanya.
Peringatan untuk Pemerintah: Jangan Tutup Mata!
Masela juga mengingatkan, jika benar ada oknum yang bermain, maka Bupati harus mengambil langkah tegas tanpa pandang bulu, termasuk pencopotan dan proses hukum.
“Jangan sampai Tanimbar dikenal sebagai daerah yang membiarkan praktik rekrutmen curang. Ini soal marwah birokrasi. Pemerintah daerah harus jadi teladan bersih, bukan pelindung para pemain belakang layar,” ujar Masela dengan nada tegas.
Seleksi PPPK Harus Adil, Bersih, dan Transparan
Rekrutmen PPPK adalah harapan hidup bagi ribuan tenaga honorer. Jika ternoda oleh manipulasi, maka keadilan sosial dan integritas pemerintahan lokal ikut tercabik. Masela menutup pernyataannya dengan seruan moral: