• Jumat, 23 Oktober 2026

Dua Embung Baru di Dieng Rampung Dibangun, Perkuat Irigasi Pertanian dan Pariwisata Wonosobo

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 14:56 WIB
Dua Embung Baru di Dieng Rampung Dibangun, Perkuat Irigasi Pertanian dan Pariwisata Wonosobo
Dua Embung Baru di Dieng Rampung Dibangun, Perkuat Irigasi Pertanian dan Pariwisata Wonosobo

MAHATVA.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan pembangunan dua embung baru di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kehadiran Embung Dieng 1 dan Embung Dieng 2 diharapkan menjadi solusi strategis untuk memperkuat ketersediaan air irigasi pertanian sekaligus menunjang sektor pariwisata lokal.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, infrastruktur air seperti bendungan, bendung, embung, dan waduk memiliki peran vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kementerian PU terus berkomitmen membangun infrastruktur pengelolaan air di berbagai daerah. Kehadiran embung ini penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau atau perubahan iklim,” ujar Menteri Dody.

Detail Embung Dieng 1

  • Lokasi: Desa Dieng, Kecamatan Kejajar

  • Volume tampung: 3.284,7 m³

  • Luas genangan: 2.339,18 m²

  • Layanan irigasi: 58,10 hektare (meliputi Sikunang 1, Sikunang 2, dan layanan telaga)

Selain sebagai sumber irigasi, embung ini juga berfungsi sebagai kolam retensi untuk mengendalikan banjir sekaligus menjaga ekosistem hulu Sungai Serayu.

Detail Embung Dieng 2

  • Volume tampung: 4.064 m³

  • Luas genangan: 2.291,60 m²

  • Layanan irigasi: 5,35 hektare

Berbeda dengan Embung Dieng 1, embung ini juga dikembangkan untuk mendukung daya tarik pariwisata Dieng sebagai destinasi wisata berbasis alam.

Sentra Sayuran Dataran Tinggi

Dataran Tinggi Dieng dikenal sebagai sentra produksi sayuran seperti kentang, wortel, kubis, dan bawang putih. Kentang Dieng bahkan memiliki kualitas unggul yang menjadi identitas pertanian lokal. Selain itu, komoditas khas lain seperti carica, purwaceng, tembakau, hingga kopi arabika juga tumbuh subur di kawasan ini.

Dengan dukungan dua embung baru, masyarakat petani kini mendapat pasokan air lebih stabil sepanjang tahun, termasuk di musim kemarau. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung kesejahteraan petani Wonosobo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X