TIMIKA, MAHATVA.ID – Owner Jhoel Event Organizer (EO), Melda Pentury, melaporkan sebuah akun media sosial berinisial MA ke Polres Mimika, Papua Tengah, Kamis (22/10/2026). Laporan tersebut dilayangkan setelah muncul unggahan yang menyinggung dugaan persoalan pengelolaan anggaran pelatihan public speaking di Kabupaten Mimika dan dinilai merugikan reputasi usahanya.
Melda menjelaskan, unggahan tersebut memuat kritik terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, DPRK Mimika, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Mimika, serta Jhoel EO. Sejumlah persoalan yang disinggung meliputi anggaran Rp12 miliar, dugaan penyediaan konsumsi yang tidak layak, durasi pelatihan, hingga uang transportasi peserta yang disebut belum dibayarkan.
Menanggapi hal tersebut, Melda membantah tudingan yang mengaitkan Jhoel EO dengan pengelolaan anggaran Rp12 miliar. Ia menegaskan, pihaknya hanya dipercaya melaksanakan pelatihan public speaking dengan nilai kontrak Rp150 juta.
Baca Juga: Bareskrim Sita 1.820 Tabung LPG, Potensi Kerugian Negara Rp2,14 Miliar
“Kami hanya bertanggung jawab untuk pelatihan public speaking dengan anggaran Rp150 juta. Bahkan sampai saat ini, anggaran tersebut belum dicairkan oleh pihak dinas,” kata Melda kepada wartawan seusai membuat laporan di Polres Mimika.
Jhoel EO Bantah Bertanggung Jawab atas Konsumsi Peserta
Melda juga menjelaskan bahwa penyediaan konsumsi peserta bukan menjadi tanggung jawab Jhoel EO. Menurutnya, penunjukan penyedia makanan telah diatur langsung oleh Disnakertrans Mimika.
“Pihak kami tidak menyediakan konsumsi. Soal penyedia makanan dari mana, kami tidak tahu karena itu sudah diatur langsung oleh dinas,” tegasnya.
Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan 3,5 Juta Benih Lobster di Depok, Nilai Ditaksir Rp280 Miliar
Terkait durasi pelatihan yang berlangsung selama lima hari, Melda menyebut pelaksanaan tersebut telah disesuaikan dengan rencana anggaran biaya (RAB), nilai surat perintah kerja (SPK), serta kesepakatan dengan dinas terkait.
Ia menilai pelatihan dasar public speaking tidak harus berlangsung selama dua minggu. Menurutnya, durasi kegiatan disesuaikan dengan materi pelatihan dan nilai kontrak yang disepakati.
Dalam kegiatan tersebut, Jhoel EO menghadirkan pelatih yang disebut memiliki kompetensi di bidangnya, yakni Coach Inel dengan kredensial Associate Trainer of Public Speaking, serta pemateri asal Papua, Ferdinand Deda.
Baca Juga: Mesin Produksi 8 Juta Pil per Hari Ditemukan di Pabrik Obat Ilegal Bandung
Melda mengatakan, pihaknya juga berupaya memberikan nilai tambah bagi peserta melalui dokumentasi foto dan video selama pelatihan. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi portofolio untuk mendukung peluang kerja peserta, termasuk sebagai pembawa acara atau master of ceremony (MC).
Uang Transportasi Peserta Disebut Menjadi Urusan Dinas
Mengenai uang transportasi peserta yang disebut belum dibayarkan, Melda mengatakan proses pembayaran tersebut merupakan urusan Disnakertrans Mimika.
Artikel Terkait
Kasus Nikolaus Besitimur Disorot, Praktisi Hukum Desak Kejari Tanimbar Transparan
Kasus Nikolas Besitimur Dikawal Tiga Advokat Senior Tanimbar
Polres Bogor Gelar Tes Urine di Kawasan Puncak, Petugas Temukan 15 Butir Obat Keras