Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Negara Bagian Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah rapat Komite Koordinasi Penanganan Kabut Asap Johor pada Sabtu siang.
“Laporan pemantauan menunjukkan bahwa pembacaan Indeks Pencemaran Udara (API) masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, tanpa perbaikan yang signifikan,” kata Naqib, seperti dikutip CNA.
Baca Juga: Empat Orang Tewas Saat Padamkan Karhutla Bromo, Dini Rahmania Desak Evaluasi Keselamatan Petugas
Menurut Naqib, durasi penutupan sekolah selanjutnya akan bergantung pada perkembangan kualitas udara, prakiraan cuaca, dan hasil penilaian kesehatan yang sedang berlangsung.
Kebijakan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan arahan Pemangku Raja Johor, Tunku Mahkota Ismail. Pemerintah negara bagian menempatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas dalam menghadapi kondisi kabut asap.
Pengecualian terbatas dapat diberikan kepada siswa yang harus mengikuti ujian dan penilaian. Namun, pelaksanaannya wajib dikoordinasikan oleh Departemen Pendidikan Johor (JPNJ) dan mengikuti prosedur operasional standar (SOP) kesehatan secara ketat.
Baca Juga: Prabowo Dorong 70 Ribu Polisi Hutan, Penanganan Karhutla Tanjung Puting Diperkuat
“Pengecualian ini harus dikoordinasikan oleh Departemen Pendidikan Johor (JPNJ) dan dilaksanakan dengan mematuhi prosedur operasional standar (SOP) kesehatan secara ketat. Tidak ada kegiatan tambahan yang diizinkan,” ujarnya.
Departemen Pendidikan Johor juga akan meninjau SOP setiap hari sesuai arahan Kementerian Pendidikan Malaysia. Koordinasi dengan lembaga pemeriksaan kementerian dilakukan untuk menyelaraskan jadwal ujian dan penilaian, baik di sekolah negeri maupun sekolah agama.
Naqib turut mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker dan mematuhi pedoman kesehatan. Ia menekankan pentingnya pencegahan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan yang berisiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara dalam waktu lama.
Baca Juga: Kabut Asap Kembali Terlihat di Riau, BPBD Pastikan Tak Ada Karhutla Aktif
Ia menyebutkan, sepanjang Oktober tercatat 30.648 kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di Johor. Jumlah tersebut meningkat 20,7 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Sebelumnya, pemerintah Johor telah memerintahkan penutupan seluruh sekolah selama dua hari mulai 8 Oktober. Penutupan kemudian diperpanjang selama lima hari bagi institusi pendidikan mulai 12 Oktober.
Data Departemen Lingkungan Hidup Malaysia menunjukkan delapan stasiun pemantauan di Johor mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.
Baca Juga: Ketika Karhutla Merenggut Nyawa Bekantan, Siapa Menjaga Rumah Satwa Liar?
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
SKK Migas Sumbagsel dan Medco E&P Perkuat Pengawasan Pipa Usai Karhutla di BTS Ulu
Panglima Jilah Bertemu Prabowo di Istana, Soroti Karhutla dan Nasib Peladang Masyarakat Adat
SKK Migas Ungkap Kondisi Karhutla 3 September 2026, 67 KKKS Berstatus Aman