• Jumat, 9 Oktober 2026

PSC MNK Rokan Diserahkan, SKK Migas Siapkan Dua Sumur Eksplorasi Lanjutan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 20 September 2026 | 06:45 WIB
PSC MNK Rokan Diserahkan, SKK Migas Siapkan Dua Sumur Eksplorasi Lanjutan
PSC MNK Rokan Diserahkan, SKK Migas Siapkan Dua Sumur Eksplorasi Lanjutan

ROKAN, MAHATVA.ID – Pengembangan minyak dan gas bumi nonkonvensional (MNK) di wilayah Rokan memasuki tahapan lanjutan. Penyerahan kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) MNK Rokan dilakukan dalam forum eksplorasi bertajuk “Basin to Barel” pada Jumat (18/9/2026).

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa program tahun ini akan dilanjutkan dengan pengeboran dua sumur eksplorasi untuk kegiatan deliniasi atau appraisal.

Menurut Djoko, sebelumnya telah dilakukan pengeboran dua sumur eksplorasi yang menghasilkan temuan cadangan minyak dalam jumlah cukup besar.

“Program tahun ini akan dibor dua sumur eksplorasi lagi untuk deliniasi/appraisal. Sebelumnya sudah dibor dua sumur eksplorasi menghasilkan cadangan minyak cukup besar,” ungkap Djoko dalam keterangannya.

Menuju POD dan Produksi Skala Besar

Setelah tahapan eksplorasi dan appraisal, pengembangan MNK Rokan selanjutnya diarahkan menuju penyusunan Plan of Development (POD) dan produksi dalam skala besar.

Djoko menyebut pengembangan tersebut menjadi langkah penting menuju produksi minyak nonkonvensional skala besar untuk pertama kalinya di Indonesia.

Ia berharap pengembangan MNK dapat berlangsung secara masif dan berkontribusi terhadap peningkatan produksi minyak nasional pada masa mendatang.

“Insya Allah dengan berkembangnya MNK secara masif, maka ke depan Indonesia akan kembali berjaya produksi minyaknya. Mohon doanya,” ujar Djoko.

Optimisme terhadap Produksi Minyak Nasional

Pengembangan MNK Rokan menjadi bagian dari upaya mendorong potensi sumber daya minyak nonkonvensional di Indonesia.

Rencana pengeboran dua sumur lanjutan diharapkan dapat memberikan informasi tambahan mengenai potensi dan batas sebaran cadangan, sekaligus menjadi dasar bagi tahapan pengembangan berikutnya.

Meski demikian, realisasi produksi skala besar tetap bergantung pada hasil kegiatan eksplorasi dan appraisal, serta proses perencanaan pengembangan lapangan.

Djoko menutup keterangannya dengan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya peningkatan produksi minyak nasional.

“Bersama kita doa dan BISA. Lifting naik: BISA, BISA, BISA,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X