berita

Pemkab Purwakarta Tunggu Kajian Ahli, BDX AI Data Center Jatiluhur Belum Final

Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:09 WIB
Pemkab Purwakarta Tunggu Kajian Ahli, BDX AI Data Center Jatiluhur Belum Final

PURWAKARTA, MAHATVA.ID – Rencana pembangunan BDX AI Data Center Jatiluhur hingga kini belum memiliki kesimpulan final. Pemerintah Kabupaten Purwakarta masih menunggu hasil kajian dari berbagai tim ahli yang dilibatkan dalam pembahasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menegaskan, proses pembahasan proyek tersebut masih berjalan. Selain AMDAL yang belum menghasilkan kesimpulan akhir, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk pembangunan data center tersebut juga belum diterbitkan.

“Belum ada kesimpulan. Kita masih menunggu dari berbagai tim ahli yang diundang Pemkab Purwakarta terkait AMDAL. Selama ini PBG-nya juga belum,” ujar Saepul Bahri Binzein, Senin (5/10/2026).

Status tersebut menunjukkan bahwa rencana pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) tersebut masih berada dalam tahapan kajian dan proses perizinan.

Di sisi lain, periset AI dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Dini, menilai pembangunan infrastruktur komputasi AI memiliki arti penting bagi perkembangan teknologi di Indonesia.

Namun, menurutnya, proyek dengan skala besar seperti BDX AI Jatiluhur perlu dibangun dengan memperhitungkan berbagai aspek, mulai dari lingkungan, energi, ketersediaan air, pengelolaan limbah, hingga manfaat yang diterima masyarakat sekitar.

Dini menyoroti sedikitnya empat aspek yang perlu dipastikan sebelum proyek berjalan, yakni ketersediaan air saat musim kemarau, keandalan pasokan listrik, pengelolaan limbah elektronik dan baterai, serta manfaat nyata bagi masyarakat Purwakarta.

Menurut Dini, berbagai tantangan tersebut pada dasarnya dapat dimitigasi melalui pendekatan teknologi dan pengelolaan yang tepat.

Salah satunya dengan menerapkan teknologi sistem pendingin tertutup yang berpotensi menekan penggunaan air secara signifikan. Selain itu, konsumsi energi dan air perlu dipantau secara ketat, sementara sistem pengelolaan limbah harus disiapkan secara terukur.

Dini juga menekankan pentingnya memastikan keberadaan data center tidak berhenti sebagai investasi infrastruktur semata.

Menurutnya, masyarakat Purwakarta perlu memperoleh manfaat langsung dari kehadiran proyek tersebut, termasuk melalui peluang pengembangan tenaga kerja lokal sebagai teknisi maupun engineer.

Lebih jauh, keberadaan data center dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan ekosistem riset dan kecerdasan buatan di daerah.

“Yang kita inginkan bukan hanya lokasi data center, tetapi ekosistem AI di Purwakarta,” tegasnya.

Dini menegaskan bahwa pandangan tersebut bukan merupakan sikap untuk menolak ataupun menerima proyek BDX AI Jatiluhur secara langsung.

Halaman:

Terkini