BOGOR, MAHATVA.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menormalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, mendapat dukungan langsung dari masyarakat.
Selain menggunakan alat berat, warga setempat turut turun tangan membersihkan lumpur dan sampah secara manual, terutama pada sejumlah titik jembatan yang berada di atas saluran irigasi.
Camat Parung, Adhi Nugraha, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proses normalisasi saluran tersebut.
Dari total 10 titik jembatan yang berada di atas saluran irigasi di wilayah Desa Cogreg, empat titik di antaranya telah dibersihkan warga melalui kegiatan gotong royong. Sementara satu titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.
“Di beberapa titik jembatan, normalisasi dilakukan secara manual bersama masyarakat. Pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas drainase juga ikut membersihkan lumpur dan sampah,” ujar Adhi saat melakukan monitoring lanjutan normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg, Jumat (2/10/2026).
Menurut Adhi, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan karena tidak seluruh bagian saluran dapat dijangkau atau ditangani menggunakan alat berat.
Kehadiran warga, kata dia, membantu mempercepat pembersihan pada titik-titik tertentu yang membutuhkan penanganan secara manual.
“Gotong royong masyarakat sangat membantu, terutama pada titik-titik yang tidak bisa dijangkau alat berat,” katanya.
Sementara itu, proses normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg yang menggunakan dua alat berat telah berlangsung selama 21 hari.
Pekerjaan dilakukan mulai dari titik nol di depan Sekolah Muhammadiyah menuju arah Desa Cogreg hingga Masjid Al Barkah di samping pintu masuk KURI.
Hingga saat ini, pekerjaan telah mencapai sekitar 1,72 kilometer dari total 2 kilometer saluran yang menjadi fokus normalisasi di wilayah Desa Cogreg.
Capaian tersebut menunjukkan progres signifikan dalam upaya mengembalikan fungsi saluran, baik sebagai jalur drainase maupun irigasi.
Adhi berharap semangat gotong royong masyarakat tidak hanya berlangsung selama proses normalisasi. Menurutnya, pemeliharaan saluran setelah dinormalisasi menjadi tanggung jawab bersama.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak kembali membuang sampah ke saluran yang telah dibersihkan.