BOGOR, MAHATVA.ID — Cabang olahraga (cabor) angkat berat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Sebanyak 12 atlet angkat berat NPCI Kabupaten Bogor dipersiapkan untuk tampil dalam ajang olahraga disabilitas tingkat Jawa Barat tersebut. Komposisinya terdiri dari empat atlet perempuan dan delapan atlet laki-laki.
Para atlet saat ini menjalani program latihan secara intensif dengan frekuensi hingga lima kali dalam sepekan. Program latihan difokuskan pada peningkatan teknik, strategi pertandingan, serta kemampuan angkatan guna mencapai performa maksimal saat kompetisi.
Secara keseluruhan, cabor angkat berat NPCI Kabupaten Bogor menargetkan 10 medali emas pada Peparda VII Jawa Barat 2026.
Salah satu atlet angkat berat Kabupaten Bogor, Sugiharto, mengatakan persiapan menghadapi Peparda telah dilakukan melalui pemusatan latihan selama tiga bulan dengan intensitas tinggi.
Menurutnya, program latihan saat ini memasuki tahap pematangan strategi dan teknik angkatan agar para atlet mampu tampil optimal saat pertandingan.
“Selama tiga bulan Pelatda ini kami menjalani latihan dengan sangat intensif. Kami fokus pada pematangan strategi, baik dalam angkatan maupun teknik. Kalau dipersentasikan, persiapan kami saat ini sudah sekitar 80 persen dari target yang diinginkan para pelatih,” ujar Sugiharto.
Sugiharto menegaskan, dirinya bertekad memberikan penampilan terbaik sekaligus mempersembahkan medali emas untuk Kabupaten Bogor.
“Sebagai seorang atlet, tentunya kami ingin memberikan yang terbaik dan meraih medali emas. Target utama saya adalah menjadi yang terbaik dan membawa nama Kabupaten Bogor meraih prestasi di Peparda 2026,” ungkapnya.
Sementara itu, atlet angkat berat disabilitas Kabupaten Bogor, Nurhaeni, mengungkapkan bahwa persiapan menghadapi Peparda VII Jabar 2026 telah dilakukan sejak jauh-jauh hari.
Ia menyebut, program latihan rutin telah dijalani sejak mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2024 dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Alhamdulillah untuk persiapan, saya sudah mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari. Bahkan sejak 2024 setelah Peparnas, saya sudah rutin menjalani latihan sampai sekarang,” kata Nurhaeni.
Nurhaeni juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap atlet disabilitas, khususnya dalam penyediaan fasilitas olahraga dan akses yang mendukung kebutuhan para atlet.
Menurutnya, dukungan fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang proses latihan dan persiapan menghadapi kompetisi.