berita

Dukung Normalisasi Irigasi Cogreg, 16 Pemilik Jembatan Lakukan Pembongkaran Mandiri

Rabu, 30 September 2026 | 06:14 WIB
Dukung Normalisasi Irigasi Cogreg, 16 Pemilik Jembatan Lakukan Pembongkaran Mandiri

BOGOR, MAHATVA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Kecamatan Parung terus memantau pekerjaan normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg di Desa Cogreg. Hingga Selasa (29/9/2026), pekerjaan sepanjang dua kilometer di wilayah Kecamatan Parung telah mencapai 1,72 kilometer.

Camat Parung, Adhi Nugraha, mengatakan normalisasi dilakukan untuk mengoptimalkan kembali fungsi saluran irigasi sekaligus mendukung kelancaran aliran air di wilayah tersebut.

“Pekerjaan normalisasi untuk wilayah Kecamatan Parung dimulai dari depan Sekolah Muhammadiyah sampai Masjid Al Barkah, samping pintu masuk KURI, dengan panjang kurang lebih dua kilometer,” ujar Adhi.

Adhi menjelaskan, Saluran Sasak Sekunder Cogreg memiliki panjang total sekitar empat kilometer. Saluran tersebut melintasi wilayah irigasi Desa Cogreg sepanjang dua kilometer dan wilayah irigasi Ciseeng sepanjang dua kilometer.

Khusus di wilayah Kecamatan Parung, pekerjaan normalisasi telah berlangsung selama 19 hari dengan menggunakan dua unit alat berat. Progres pekerjaan mencapai sekitar 1,72 kilometer dari target dua kilometer.

“Alhamdulillah, sampai hari ini pekerjaan sudah mencapai 1,72 kilometer dan terus kita monitor agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.

Adhi menyebut pekerjaan normalisasi mendapat dukungan masyarakat, terutama pemilik bangunan atau jembatan yang berada di atas saluran irigasi. Sebanyak 16 titik jembatan telah dibongkar secara mandiri untuk mendukung kelancaran pekerjaan.

“Warga atau pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas irigasi turut mendukung dengan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini sangat membantu agar proses normalisasi dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

Selain membongkar jembatan, warga juga membantu membersihkan lumpur dan sampah secara manual pada titik-titik yang terdapat bangunan jembatan.

Menurut Adhi, apabila pemilik jembatan tidak melakukan pembongkaran secara mandiri, pembongkaran akan dilakukan menggunakan alat berat agar pekerjaan normalisasi tidak terhambat.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang masih memiliki jembatan di atas saluran irigasi untuk bersama-sama mendukung kegiatan ini. Jika dilakukan secara mandiri, tentu pekerjaan akan lebih mudah dan cepat,” tandasnya.

Adhi berharap dukungan masyarakat terus terjaga hingga seluruh pekerjaan normalisasi selesai. Dengan begitu, fungsi Saluran Sasak Sekunder Cogreg dapat kembali optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah Kecamatan Parung.

Pemantauan pekerjaan juga terus dilakukan untuk memastikan proses normalisasi berjalan sesuai rencana dan tidak terkendala keberadaan bangunan di sepanjang saluran.

Terkini