berita

Bimtek Pokja Bunda PAUD Bogor Diikuti 250 Peserta, Fokus Perluasan Akses Pendidikan

Rabu, 30 September 2026 | 06:07 WIB
Bimtek Pokja Bunda PAUD Bogor Diikuti 250 Peserta, Fokus Perluasan Akses Pendidikan

BOGOR, MAHATVA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat peran Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD dalam meningkatkan akses serta mutu layanan pendidikan anak. Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bogor Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 29–30 September 2026 itu diikuti 250 peserta dalam dua angkatan. Peserta terdiri atas Bunda PAUD dan Pokja Bunda PAUD tingkat kecamatan, Bunda PAUD dan Pokja desa/kelurahan, serta mitra PAUD.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni, mengatakan Bunda PAUD memiliki peran strategis dalam mendorong perluasan akses pendidikan sekaligus membantu pemerintah daerah menangani persoalan Angka Tidak Sekolah (ATS) dan meningkatkan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS).

“Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa dapat membantu mengidentifikasi anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan dan mendorong mereka untuk kembali mendapatkan hak pendidikannya,” ujar Rameni saat membuka kegiatan Bimtek, Senin (29/9/2026).

Rameni menjelaskan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor telah memiliki data anak tidak sekolah secara by name by address. Data tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi pemerintah kecamatan dan desa, Penilik, Pengawas SD, Pengawas SMP, satuan pendidikan, serta Dinas Pendidikan.

Menurutnya, pengentasan ATS juga dapat dilakukan melalui program pendidikan kesetaraan. Masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal dapat diarahkan mengikuti program Kejar Paket B dan Paket C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Silakan Ibu dan Bapak berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan maupun jajaran kami di lapangan mengenai program-program yang dapat mendukung pengentasan ATS dan peningkatan RLS,” katanya.

Rameni menambahkan, penguatan pendidikan perlu dilakukan secara berkesinambungan sejak jenjang PAUD. Pendidikan anak usia dini, kata dia, tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu memperhatikan pembentukan karakter, tanggung jawab, kemandirian, kemampuan bersosialisasi, serta penghargaan terhadap proses belajar.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas jenjang pendidikan di tingkat kecamatan. Penilik, Pengawas SD, dan Pengawas SMP diharapkan dapat diberdayakan untuk membangun kesinambungan layanan pendidikan.

Melalui Bimtek tersebut, Pemkab Bogor mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Bunda PAUD, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus memastikan anak memperoleh layanan sesuai tahapan perkembangannya.

Terkini