berita

Diskominfo Bogor Dorong Karang Taruna Jadi Produsen Konten Kreatif dan Edukatif

Selasa, 29 September 2026 | 14:39 WIB
Diskominfo Bogor Dorong Karang Taruna Jadi Produsen Konten Kreatif dan Edukatif

BOGOR, MAHATVA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Content Creator kepada anggota Karang Taruna se-Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 29–30 September 2026, di Cisarua tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pemuda dalam memanfaatkan ruang digital secara kreatif, edukatif, dan produktif.

Bimtek menghadirkan narasumber dari Balai Literasi Sumber Daya Manusia (BLSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Jakarta dan Bandung, akademisi, praktisi, serta perwakilan pengurus Karang Taruna Kabupaten Bogor.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, mengatakan perkembangan teknologi digital membuat media sosial dan konten digital tidak lagi hanya menjadi sarana hiburan.

Menurutnya, ruang digital kini dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi positif, memberikan edukasi kepada masyarakat, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi kreatif.

Bambang menilai pemuda, termasuk para perempuan muda yang tergabung dalam Karang Taruna, memiliki peran penting dalam membangun narasi positif di ruang publik digital.

“Melalui Bimtek Content Creator ini, kami berharap para pemudi Karang Taruna tidak hanya menjadi penikmat atau konsumen konten digital, tetapi mampu tampil sebagai produsen konten yang adaptif, kreatif, edukatif, dan produktif,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai keterampilan produksi konten, mulai dari menemukan ide, membangun cerita atau storytelling, teknik pengambilan gambar, hingga proses pengeditan media.

Selain kemampuan teknis, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai kecakapan digital atau digital literacy.

Materi tersebut mencakup etika bermedia sosial, kemampuan memilah informasi, mengenali berita bohong atau hoaks, serta menjaga etika dan adab ketika berinteraksi di ruang digital.

Bambang juga mendorong peserta memanfaatkan konten kreatif untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Tidak kalah penting, konten kreatif juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi. Potensi desa, produk UMKM lokal, maupun berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan dapat dikemas menjadi konten yang menarik sehingga semakin dikenal masyarakat,” katanya.

Bagi peserta, Bimtek tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, terutama bagi mereka yang baru mulai menekuni dunia content creator.

Dea Rahmasari, peserta asal Kecamatan Citeureup, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pemahaman mengenai tahapan membuat konten.

Halaman:

Terkini