berita

Pimpinan Bapopsi Kabupaten Bogor Berganti, M. Saepudin Fokus Cetak Atlet Lokal

Senin, 28 September 2026 | 17:09 WIB
Pimpinan Bapopsi Kabupaten Bogor Berganti, M. Saepudin Fokus Cetak Atlet Lokal

BOGOR, MAHATVA.ID — Tampuk pimpinan Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kabupaten Bogor kembali berganti. M. Saepudin resmi menggantikan Hendarsah sebagai Ketua Bapopsi Kabupaten Bogor.

Serah terima jabatan berlangsung dalam rapat koordinasi pengurus Bapopsi Kabupaten Bogor, Senin, 27 September 2026.

Pergantian tersebut dilakukan karena jabatan Ketua Bapopsi Kabupaten Bogor bersifat ex-officio di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.

Hendarsah sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dispora Kabupaten Bogor. Setelah dipercaya menduduki jabatan sebagai Camat Tenjo, posisi Ketua Bapopsi kemudian diserahkan kepada M. Saepudin yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kabupaten Bogor.

Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan Bapopsi dalam mendukung pembinaan olahraga pelajar.

Menurut Asnan, Bapopsi selama ini selalu hadir dalam berbagai kegiatan olahraga dan memberikan warna dalam pembinaan atlet pelajar di Kabupaten Bogor, baik olahraga prestasi maupun olahraga tradisional.

“Saya berharap, Bapopsi bisa terus bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh elemen, baik Dispora, KONI dan organisasi olahraga lainnya,” kata Asnan.

Asnan juga menyoroti persoalan pembinaan atlet di Kabupaten Bogor. Menurutnya, selama ini pemerintah daerah masih menghadapi tantangan dalam menyiapkan atlet untuk berbagai ajang olahraga, mulai dari tingkat lokal hingga internasional.

Salah satunya terlihat saat menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Asnan menyebut masih terdapat sejumlah cabang olahraga yang belum memiliki atlet lokal yang memadai.

Kondisi tersebut, kata dia, kemudian mendorong sejumlah cabang olahraga, termasuk KONI, untuk mendatangkan atau merekrut atlet dari luar Kabupaten Bogor.

Namun, menurut Asnan, pola tersebut tidak cukup untuk membangun pembinaan olahraga dalam jangka panjang.

“Tapi masalahnya, setelah ditransfer kita tidak dapat apa-apa. Inilah yang perlu dilakukan Bapopsi untuk melakukan pembinaan atlet sejak usia dini,” tutur Asnan.

Ia meyakini potensi atlet pelajar di Kabupaten Bogor cukup besar. Potensi tersebut, menurutnya, banyak terdapat di sekolah-sekolah namun belum seluruhnya teridentifikasi dan dikembangkan.

Terlebih, Asnan menyampaikan bahwa Bupati Bogor telah menegaskan tahun 2026 menjadi tahun terakhir bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembelian atau belanja atlet.

Halaman:

Terkini