Ciawi Raih Juara Pertama
Dalam penganugerahan FFKB Series 2 Tahun 2026, film “Nilai yang Tersisa” dari Kecamatan Ciawi berhasil meraih Juara 1.
Film tersebut mengangkat isu pengelolaan sampah dan dinilai layak mendapatkan apresiasi karena membawa persoalan lingkungan tersebut ke dalam karya film.
Posisi kedua diraih Kecamatan Cibinong melalui film “Patik”, sedangkan Kecamatan Cisarua meraih Juara 3 melalui film “Halimun Kandel Tina Atikan”.
Untuk kategori individu, sejumlah penghargaan juga diberikan, di antaranya:
- Sutradara Terbaik: Aditya Nugraha – Kecamatan Cisarua
- Cerita Terbaik: Melissa Erjani – Kecamatan Tajur Halang
- Aktor Terbaik: Rizky Aditya Maulidin – Kecamatan Citeureup
Panitia menyampaikan bahwa daftar lengkap 12 kategori penghargaan, termasuk sutradara, aktor, aktris, pemeran pembantu pria dan wanita, kameramen, editor, penata artistik, serta cerita terbaik, akan dirilis lebih lanjut.
Dari Kabupaten Bogor untuk Perfilman Nasional
TB. Ule Sulaeman mengatakan perjalanan FFKB tahun kedua tidak mudah. Namun, melalui gotong royong dan dukungan berbagai pihak, penganugerahan akhirnya dapat terlaksana.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Bogor yang telah memberikan ruang, fasilitas, dan dukungan terhadap perkembangan perfilman Kabupaten Bogor.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, khususnya Irini, yang turut membantu hingga acara penganugerahan dapat terselenggara.
“Mudah-mudahan di tahun depan kita masih bisa berkolaborasi kembali untuk terciptanya kreativitas sineas Indonesia pada umumnya, dan sineas Kabupaten Bogor pada khususnya.”
Menurutnya, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam festival tersebut.
“Juara bukan tujuan utama karena sesungguhnya semua sudah menjadi juara, telah ikut serta membangun perfilman Kabupaten Bogor melalui Festival Film Kabupaten Bogor.”
Panggung Kreativitas Sineas Daerah
Rangkaian acara puncak FFKB Series 2 2026 dibuka dengan penampilan Solomon Band Parungpanjang, dilanjutkan pemutaran film nominasi dan pertunjukan tari tradisional Sanggar Putri Galuh dari Ciomas.
Melalui FFKB, Kabupaten Bogor diarahkan untuk membangun ekosistem perfilman yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membuka ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan potensi ekonomi para sineas daerah.
Visi “Satu Kecamatan Satu Film” menjadi gagasan besar yang diusung panitia untuk mendorong setiap kecamatan memiliki ruang produksi dan pengembangan karya film.
Dengan demikian, FFKB diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi tahunan, tetapi berkembang menjadi bagian dari perjalanan panjang perfilman Kabupaten Bogor menuju lahirnya karya-karya yang dapat membawa nama daerah ke tingkat yang lebih luas.