berita

Pasar Keuangan Hari Ini: IHSG Melemah, Rupiah Menguat 0,71%, Minyak Tembus US$100

Kamis, 10 September 2026 | 11:30 WIB
Pasar Keuangan Hari Ini: IHSG Melemah, Rupiah Menguat 0,71%, Minyak Tembus US$100

JAKARTA, MAHATVA.ID – Pasar keuangan Indonesia menghadapi sentimen beragam setelah perdagangan Rabu (9/9/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah, sementara rupiah justru mencatat penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Pergerakan pasar hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh dinamika global, terutama ketegangan geopolitik, kenaikan harga minyak, arah suku bunga bank sentral utama dunia, serta potensi gangguan supply chain akibat bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.

Investor juga mencermati perkembangan ekonomi China, Amerika Serikat, Jepang, hingga Eropa yang berpotensi memengaruhi pasar saham, nilai tukar rupiah, obligasi, dan harga komoditas.

IHSG Melemah 0,12 Persen

IHSG pada perdagangan Rabu (9/9/2026) ditutup turun 8,21 poin atau 0,12 persen ke level 6.678,20.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.707,30 dan level terendah 6.642,15.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 308 saham menguat, 317 saham melemah, sedangkan 169 saham bergerak stagnan.

Volume perdagangan mencapai sekitar 34,5 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 2,17 juta kali. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp16,16 triliun.

Dari sisi investor asing, tercatat net foreign inflow sekitar Rp438,9 miliar di seluruh pasar (all market). Namun, pada pasar reguler justru terjadi net foreign outflow sekitar Rp621,40 miliar.

Secara year-to-date (YtD), pasar saham Indonesia masih mencatat net foreign outflow sebesar Rp67,76 triliun di all market dan Rp96,32 triliun di pasar reguler.

Mengutip data Refinitiv, mayoritas sektor perdagangan saham bergerak melemah. Koreksi terdalam terjadi pada sektor konsumer nonprimer, kesehatan, dan finansial.

Salah satu saham yang menjadi pemberat utama IHSG adalah Bank Central Asia (BBCA). Pergerakan saham tersebut disebut menyeret IHSG hingga sekitar 14 poin.

Rupiah Menguat 0,71 Persen, Terkuat Sejak Mei

Berbeda dengan IHSG, nilai tukar rupiah justru menguat tajam terhadap dolar AS.

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah pada penutupan perdagangan Rabu (9/9/2026) terapresiasi 0,71 persen ke posisi Rp17.500 per dolar AS.

Level tersebut menjadi posisi penutupan terkuat rupiah sejak 15 Mei 2026 atau hampir 17 pekan terakhir.

Halaman:

Terkini