berita

Boikot Bank Mandiri Menggema Usai Rekening AMPB Rp80,9 Juta Ditunda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:47 WIB
Boikot Bank Mandiri Menggema Usai Rekening AMPB Rp80,9 Juta Ditunda

Nasabah menyimpan uang bukan hanya karena bank memiliki gedung besar, aplikasi canggih atau jaringan ATM yang luas.

Nasabah menyimpan uang karena percaya bahwa uang tersebut dapat digunakan sesuai haknya dan dilindungi berdasarkan hukum.

Karena itu, ketika muncul persepsi bahwa akses terhadap dana dapat ditunda karena suatu permintaan aparat, pertanyaan publik menjadi jauh lebih besar daripada nilai Rp80,9 juta.

Fundamental Bank Mandiri Tetap Kuat

Di tengah polemik tersebut, secara fundamental Bank Mandiri tetap mencatatkan kinerja keuangan yang kuat.

Bank Mandiri mencatat laba bersih konsolidasi Rp30,4 triliun pada semester I 2026, tumbuh 24,4 persen secara tahunan. Bank juga mencatat pertumbuhan kredit bank only sebesar 19,9 persen secara tahunan hingga Juni 2026.

Data hubungan investor Bank Mandiri juga menunjukkan laba bersih Rp30,4 triliun hingga Juni 2026, dengan return on equity (ROE) sebesar 20,9 persen.

Di pasar saham, BMRI pada perdagangan 24 Agustus 2026 tercatat melemah. Data historis menunjukkan saham Bank Mandiri berada di level sekitar Rp4.190 dalam sesi pertama, turun 0,71 persen dari pembukaan Rp4.220.

Namun, perlu digarisbawahi, pergerakan saham tidak otomatis membuktikan bahwa pelemahan tersebut disebabkan oleh polemik rekening AMPB. Harga saham dipengaruhi banyak faktor, termasuk kondisi pasar dan sentimen investor.

Bukan Soal Rp80,9 Juta, tetapi Soal Rasa Aman

Pada akhirnya, polemik rekening Supriyono bukan sekadar persoalan uang Rp80,9 juta.

Bagi Bank Mandiri, nominal tersebut tentu bukan angka yang mampu mengguncang fundamental perusahaan.

Tetapi bagi publik, uang itu memiliki arti berbeda.

Di dalamnya terdapat uang pribadi dan donasi masyarakat yang telah dikumpulkan untuk kebutuhan sebuah kegiatan.

Karena itu, muncul pertanyaan yang jauh lebih sederhana:

Halaman:

Terkini