berita

Boikot Bank Mandiri Menggema Usai Rekening AMPB Rp80,9 Juta Ditunda

Selasa, 25 Agustus 2026 | 03:47 WIB
Boikot Bank Mandiri Menggema Usai Rekening AMPB Rp80,9 Juta Ditunda

Seruan Boikot Bank Mandiri Menggema di Media Sosial

Polemik rekening Supriyono kemudian berkembang menjadi gerakan di media sosial.

Seruan “boikot Bank Mandiri” ramai diperbincangkan di platform X. Nama Bank Mandiri juga menjadi sasaran kritik warganet, termasuk melalui kolom komentar akun media sosial perusahaan.

Sebagian pengguna media sosial bahkan menyerukan perpindahan rekening dan penarikan dana dari Bank Mandiri.

Namun, seruan boikot perbankan tentu tidak sesederhana berhenti membeli sebuah produk.

Ada nasabah yang menerima gaji melalui rekening Mandiri. Ada yang memiliki cicilan, rekening bisnis, transfer rutin, autodebet, hingga berbagai layanan finansial yang terhubung dengan bank.

Jadi ketika seseorang berkata, “Saya mau boikot Bank Mandiri,” persoalannya bisa lebih rumit daripada sekadar memindahkan tabungan.

Semangat boikot bisa membara.

Tapi payroll tetap masuk tanggal 25.

Di situlah realitasnya.

Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Ancaman terhadap Kepercayaan Publik

Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari CELIOS, YLBHI, Amnesty International Indonesia dan sejumlah organisasi lainnya mengecam tindakan terhadap rekening Supriyono.

Dalam pernyataannya, koalisi menilai pembatasan akses terhadap dana nasabah tanpa dasar hukum dan prosedur yang sah dapat mengancam kebebasan masyarakat serta kepercayaan publik terhadap sistem perbankan.

Kekhawatiran tersebut penting diperhatikan.

Sebab industri perbankan pada dasarnya bertumpu pada satu hal yang tidak terlihat di neraca keuangan: kepercayaan.

Halaman:

Terkini