Data seharusnya menjadi alat negara untuk menemukan warga yang paling membutuhkan perlindungan, bukan sekadar mekanisme administratif untuk mengurangi daftar penerima bantuan.
Jika angka tidak lagi mampu menggambarkan kenyataan hidup masyarakat kepulauan, yang harus diperiksa bukan kemiskinannya, melainkan ketepatan cara negara mengukurnya.
Sebab bagi keluarga yang hidup dari hari ke hari, kesalahan statistik bukan sekadar kesalahan angka. ia dapat berarti hilangnya makanan, biaya berobat, dan jaring pengaman terakhir.