• Kamis, 8 Oktober 2026

Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari, Ribuan Penari Mulai Matangkan Gerakan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 5 Oktober 2026 | 07:02 WIB
Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari, Ribuan Penari Mulai Matangkan Gerakan
Gandrung Sewu 2026 Digelar Malam Hari, Ribuan Penari Mulai Matangkan Gerakan

BANYUWANGI, MAHATVA.ID – Atraksi kolosal Gandrung Sewu 2026 akan menghadirkan konsep berbeda. Untuk pertama kalinya, pertunjukan yang melibatkan ribuan penari tersebut digelar pada malam hari di Pantai Boom Marina, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada 24 Oktober 2026 mulai pukul 18.30 WIB.

Menjelang pementasan, ribuan penari mulai mematangkan persiapan melalui latihan gabungan perdana yang berlangsung di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Sabtu (3/10/2026).

Latihan tersebut menjadi momentum untuk menyelaraskan pola dan gerakan tari. Sebelumnya, para penari menjalani latihan secara terpisah di wilayah masing-masing sebelum dipertemukan dalam latihan gabungan.

Ketua Pelatih Seniman dan Tari Banyuwangi (Patih Senawangi), Suko Prayitno, mengatakan penguasaan pola dan gerakan oleh para penari saat ini telah mencapai sekitar 75 persen.

“Peserta Gandrung Sewu tahun ini sangat cepat adaptasi dan mempelajari pola dan gerak tari sehingga kami juga tidak terlalu kesulitan saat mengarahkan,” kata Suko.

Menurut Suko, peserta Gandrung Sewu 2026 tidak hanya berasal dari Banyuwangi. Sejumlah penari juga datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Palembang, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bangkalan, Malang, hingga Blitar.

Ia mengatakan latihan gabungan akan terus dilakukan setiap akhir pekan untuk meningkatkan kekompakan serta mematangkan kemampuan para penari menjelang pertunjukan utama.

“Latihan gabungan ini merupakan yang pertama setelah sebelumnya para penari berlatih secara terpisah di wilayah masing-masing. Latihan gabungan akan kami gelar tiap akhir pekan untuk mematangkan penari,” ujarnya.

Penari dari Malang Antusias Ikuti Gandrung Sewu

Antusiasme mengikuti Gandrung Sewu 2026 juga dirasakan Ardra Sachio Valerian Marenda, salah seorang penari asal MTsN 1 Kota Malang.

Bagi Valerian, Gandrung Sewu 2026 menjadi pengalaman pertamanya. Ia mengaku terkesan melihat semangat ribuan penari yang tetap mengikuti latihan hingga malam hari.

“Saya takjub dengan ribuan penari Gandrung di sini. Meskipun berlatih sampai malam, namun masih sangat bersemangat. Keren,” kata Valerian.

Gandrung Sewu 2026 mengusung tema “Kembang Dermo”, yang mengangkat kesakralan salah satu adat yang hidup dan berkembang di Banyuwangi.

Rangkaian acara akan dimulai pada 22 Oktober 2026 dengan penampilan Keroncong Banyuwangi dan Hadrah Kuntulan Caruk.

Kemudian pada 23 Oktober 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Musik Jalanan dan Gandrung Terob.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X