• Jumat, 9 Oktober 2026

Kondisi 3T Siak Viral di Media Sosial, Sekretariat Wapres Siapkan Tim Peninjauan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Senin, 5 Oktober 2026 | 06:59 WIB
Kondisi 3T Siak Viral di Media Sosial, Sekretariat Wapres Siapkan Tim Peninjauan
Kondisi 3T Siak Viral di Media Sosial, Sekretariat Wapres Siapkan Tim Peninjauan

SIAK, MAHATVA.ID – Kondisi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Siak, Riau, yang viral di media sosial mendapat perhatian pemerintah pusat.

Sekretariat Wakil Presiden dijadwalkan menurunkan tim untuk melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah tersebut.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, rencana peninjauan itu disampaikan Sekretariat Wakil Presiden sehari setelah video kunjungannya ke Kampung Teluk Lanus dan Dusun Mungkal viral di sejumlah platform media sosial.

Menurut Afni, video tersebut telah ditonton jutaan kali dan direpost oleh 8.489 akun hingga menyebar secara nasional.

“Entah bagaimana caranya, tahu-tahu satu hari setelah video itu viral, staf saya dihubungi pihak Sekretariat Wakil Presiden. Mereka menyatakan video itu mendapat atensi dari Bapak Wakil Presiden dan meminta segera turun tim melihat kondisi di wilayah 3T Siak. Ini saya dapat info tim sudah di Pekanbaru, kami janjian ketemu di Bandara karena saya harus ke Jakarta berjuang soal DBH Migas Siak,” kata Afni, Minggu (4/10/2026).

Afni menyebut tim khusus yang akan meninjau wilayah 3T Siak tersebut berjumlah delapan orang. Komunikasi mengenai rencana kunjungan masih berlangsung hingga Sabtu malam, termasuk membahas akses transportasi menuju lokasi dan tempat penginapan.

“Semalam masih berkomunikasi. Mereka menanyakan bagaimana menuju lokasi. Kami jawab, ke sana hanya bisa dilalui kapal. Itupun status kapalnya kami sewa untuk akses satu-satunya rakyat 3T dan juga tidak setiap hari ada, hanya tiga kali seminggu,” jelasnya.

Menurut Afni, keterbatasan transportasi menjadi salah satu persoalan utama yang dihadapi masyarakat di wilayah 3T Siak. Selain akses perjalanan, ketersediaan fasilitas penginapan di wilayah tersebut juga masih terbatas.

Ia menyambut positif rencana peninjauan tersebut dan berharap pemerintah pusat dapat melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus merumuskan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang dihadapi.

“Syukur-syukur dengan kedatangan tim ini bisa melihat langsung kondisi wilayah 3T dan memberikan solusi konkret. Misalnya bantu pengadaan kapal, pelayanan pendidikan bus sekolah, dan lain-lain,” kata Afni.

Salah satu persoalan yang menurut Afni menjadi perhatian adalah belum beroperasinya layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah 3T.

Afni mengatakan, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah tersedia, tetapi belum beroperasi untuk melayani masyarakat.

“Di video saya sampaikan permintaan anak-anak. MBG memang belum ada yang buka di wilayah 3T. Baru ada dapurnya saja, tapi tidak buka-buka. Belum ada dapur MBG yang buka di wilayah 3T ini,” ungkapnya.

Selain layanan MBG, Afni menyebut persoalan lain yang membutuhkan perhatian pemerintah meliputi akses jalan, pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X