• Kamis, 8 Oktober 2026

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Digelar di Bogor, Peternak Rakyat Didorong Naik Kelas

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 08:09 WIB
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Digelar di Bogor, Peternak Rakyat Didorong Naik Kelas
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Digelar di Bogor, Peternak Rakyat Didorong Naik Kelas

BOGOR, MAHATVA.ID – Kolaborasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Asosiasi Peternak dan Penggemar Sapi Indonesia (APPSI) dalam penyelenggaraan Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 menjadi salah satu upaya mendorong gairah peternakan nasional, khususnya di kalangan peternak rakyat.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Panahan Gelora Pakansari, Cibinong, Sabtu (3/10/2026), tersebut menjadi ruang bagi peternak dari berbagai daerah untuk menampilkan sapi terbaik sekaligus meningkatkan motivasi dalam mengembangkan kualitas ternaknya.

Ketua Panitia Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026, Mardi, mengatakan kontes tersebut merupakan bagian dari agenda rutin APPSI yang telah berdiri sejak 2019.

Menurutnya, kontes tidak sekadar menjadi ajang untuk menampilkan sapi-sapi terbaik, tetapi juga bentuk apresiasi kepada peternak yang selama ini konsisten mengembangkan usaha peternakan.

“Tujuan utamanya sebetulnya untuk membangkitkan dan menggairahkan peternakan nasional, khususnya peternak kecil. Sekaligus sebagai apresiasi untuk peternak yang selama ini memelihara sapi untuk menampilkan sapi-sapi terbaiknya,” ujar Mardi.

Mardi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap pelaksanaan Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mempertemukan kepentingan pemerintah dengan para pelaku peternakan sekaligus mendorong pengembangan sektor peternakan rakyat.

“Support dari masyarakat Bogor luar biasa. Kebetulan support langsung penuh dari Bapak Bupati dan perangkatnya. Kami di-support semuanya,” ungkap Mardi.

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 mempertandingkan 14 kelas. Kategori yang dilombakan antara lain kelas baby, pedet, calon indukan betina, sapi Bali, sapi Madura, serta kelas P0 hingga P3.

Selain kelas tersebut, panitia juga menghadirkan kategori ekstrem seperti Belgian Blue, sapi unik, hingga sapi tunggang.

Mardi menjelaskan, jumlah kelas yang dipertandingkan pada tahun ini mengalami penambahan sekitar dua hingga tiga kelas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Penambahan kategori tersebut membuat durasi pelaksanaan kontes menjadi lebih panjang.

“Kontes kali ini ada sekitar dua sampai tiga kelas lebih banyak dibanding sebelumnya. Karena kelasnya cukup banyak, maka membutuhkan durasi pelaksanaan lebih panjang,” jelasnya.

Bagi para peternak, kontes sapi juga menjadi ajang untuk mengukur kualitas hasil pemeliharaan sekaligus mendapatkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ternak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X