• Jumat, 9 Oktober 2026

Sangitaloka FMTI 2026 Digelar di Bogor, Pemkab Dorong Pelestarian Musik Tradisi

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 08:06 WIB
Sangitaloka FMTI 2026 Digelar di Bogor, Pemkab Dorong Pelestarian Musik Tradisi
Sangitaloka FMTI 2026 Digelar di Bogor, Pemkab Dorong Pelestarian Musik Tradisi

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kebudayaan terus mendorong pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah. Salah satunya melalui Seminar Sangitaloka Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI) 2026 yang berlangsung di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong, Sabtu (3/10/2026).

Mengusung tema besar “Merajut Bayang-Bayang Musik Nusantara”, FMTI 2026 hadir di Kabupaten Bogor melalui Sangitaloka dengan tema “Bambu dan Bunyi Ritus”.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi, apresiasi, kreasi, sekaligus upaya menjaga keberlanjutan musik tradisi, khususnya yang tumbuh di Bogor dan Jawa Barat.

Mewakili Bupati Bogor, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Titi Sugiarti, mengatakan seminar tersebut menjadi momentum untuk memperkaya pengetahuan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan musik tradisional khas Bogor.

Ia mengajak seluruh peserta mengikuti seminar dengan baik serta menyerap pengetahuan dari para narasumber yang memiliki pengalaman dan keilmuan di bidang musik tradisi dan kebudayaan.

Menurut Titi, pengetahuan yang diperoleh melalui seminar dapat menjadi bekal untuk memahami musik tradisi secara lebih mendalam sebelum melihatnya diwujudkan melalui pertunjukan dalam rangkaian FMTI 2026.

“Melalui kegiatan hari ini kita dapat bersama-sama menopang pariwisata budaya daerah, khususnya budaya di Kabupaten Bogor,” ujar Titi.

Titi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta para narasumber yang telah memberikan kesempatan kepada Kabupaten Bogor menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan FMTI.

Menurutnya, kolaborasi antarpihak menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah agar tidak berhenti sebagai warisan masa lalu.

Budaya, kata Titi, perlu terus dirawat, dikembangkan, sekaligus dikenalkan kepada generasi berikutnya.

“Kolaborasi tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah sehingga tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi terus dirawat, dikembangkan, dan dikenalkan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ia juga mengajak peserta seminar untuk mengikuti rangkaian FMTI hingga pagelaran utama yang berlangsung pada malam hari di kawasan Pakansari, Kabupaten Bogor.

Titi menyebut sekitar 400 peserta mengikuti seminar yang digelar pada pagi hingga siang hari tersebut.

“Pagi hari ini sekitar 400 orang mengikuti seminar. Kami tunggu tetap kehadirannya nanti malam dalam rangkaian Festival Musik Tradisi Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB di Lapangan VIP Pakansari, Kabupaten Bogor. Malam justru adalah kegiatan pagelarannya,” ungkap Titi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X