• Jumat, 9 Oktober 2026

Prabowo Pimpin Sidang DEN, Bahas Stok BBM dan Kemandirian Energi Nasional

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Kamis, 17 September 2026 | 20:19 WIB
Prabowo Pimpin Sidang DEN, Bahas Stok BBM dan Kemandirian Energi Nasional
Prabowo Pimpin Sidang DEN, Bahas Stok BBM dan Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA, MAHATVA.ID – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9/2026). Sidang paripurna pertama DEN pada 2026 tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, sidang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo selaku Ketua DEN. Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selaku Wakil Ketua DEN serta anggota DEN dari unsur pemerintah dan pemangku kepentingan.

Salah satu fokus pembahasan adalah memastikan ketersediaan energi nasional tetap terjaga. Bahlil menyampaikan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) dan cadangan nasional berada pada kisaran 18 hingga 20 hari.

“Hal-hal yang kita bahas adalah sudah barang tentu menyikapi geopolitik yang terjadi dengan memastikan ketersediaan energi nasional kita harus cukup. Saya sampaikan bahwa dalam rapat tadi juga kami mendiskusikan dan mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden bahwa ketersediaan untuk stok BBM kita, cadangan nasional kita berada di angka 18-20 hari. Jadi masih alhamdulillah clear,” ucap Bahlil.

Pemerintah Siapkan Langkah Penguatan Bahan Bakar Nabati

Selain menjaga ketersediaan energi dalam jangka pendek, sidang juga membahas langkah memperkuat kemandirian energi untuk jangka panjang.

Menurut Bahlil, Presiden Prabowo memberikan arahan agar pemerintah menyiapkan pengembangan bahan bakar dengan campuran etanol 20 persen atau E20. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan pemanfaatan bahan bakar nabati.

Bahlil juga menyebut rencana pengembangan E50 setelah pelaksanaan program biodiesel B50. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan bahan bakar dari dalam negeri.

Ia menyampaikan konsumsi solar nasional saat ini mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun, sedangkan konsumsi bensin berada pada kisaran 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun.

Eksplorasi Migas dan Optimalisasi Sumur Produksi

Upaya memperkuat pasokan energi nasional juga akan dilakukan melalui peningkatan produksi minyak dan gas bumi.

Pemerintah akan mendorong eksplorasi secara besar-besaran terhadap cekungan dan blok minyak, sekaligus mengoptimalkan sumur-sumur yang telah berproduksi dengan memanfaatkan teknologi.

Bahlil mengatakan Presiden juga memberikan perhatian terhadap pengelolaan sumur minyak rakyat agar dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan.

“Termasuk di dalamnya tadi Bapak Presiden memerintahkan untuk memantau terkait dengan sumur-sumur rakyat yang 45 ribu itu harus dilakukan secara profesional dan kemudian tidak boleh ada pelanggaran atau dijual ke tempat lain,” tutur Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X