• Jumat, 9 Oktober 2026

‎SKANDAL POS PAMTAS: Dugaan Pembungkaman Massal dan 'Uang Suap' Kematian Pratu Samuel, Keluarga Desak Presiden Prabowo Turun Tangan!

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Selasa, 15 September 2026 | 14:32 WIB
‎SKANDAL POS PAMTAS: Dugaan Pembungkaman Massal dan 'Uang Suap' Kematian Pratu Samuel, Keluarga Desak Presiden Prabowo Turun Tangan!
‎SKANDAL POS PAMTAS: Dugaan Pembungkaman Massal dan 'Uang Suap' Kematian Pratu Samuel, Keluarga Desak Presiden Prabowo Turun Tangan!

​MAHATVA.ID -Pengusutan kematian tragis Pratu Samuel Ebet Wuarlela Sangadji di Pos Pamtas Satgas Yonif Parahyangan kini berkembang menjadi skandal besar yang mencoreng institusi pertahanan.
‎
Munculnya kesaksian kunci dari seorang warga sipil berinisial J tak hanya meruntuhkan narasi tunggal pejabat pos, tetapi juga membongkar dugaan tindak pidana pembungkaman massal dan politik "uang tutup mulut" di garis depan perbatasan.
‎
​Subuh Berdarah dan Teror Terorganisir
‎

​Kesaksian J membeberkan atmosfer mencekam pada malam nahas sebelum Pratu Samuel ditemukan tewas. Keributan hebat yang memecah kesunyian malam di area pos berlanjut pada tindakan teror sistematis terhadap warga lokal.
‎
​J mengaku didatangi oknum tertentu, diintimidasi, dan dipaksa masuk ke dalam rumah di bawah ancaman keras agar tidak membocorkan apa yang ia lihat dan dengar.
‎
​"Saya lihat ada keributan di sekitar pos. Tapi nyali saya menciut, tidak berani mendekat. Tak lama kemudian, ada yang mendatangi saya dan memerintahkan saya untuk diam," ungkap J.
‎
​Indikasi Uang Penyuap dan Skenario Pengaburan Fakta
‎
​Bukan sekadar intimidasi fisik, dugaan kejahatan ini meluas ke praktik suap. J mengungkap adanya indikasi kuat bahwa sejumlah saksi warga sengaja "dijinakkan" dengan gelontoran uang tunai agar menyegel mulut mereka rapat-rapat dari jangkauan tim hukum independen maupun media.
‎
​Jika dugaan ini terbukti, terjadi konspirasi tingkat tinggi untuk mengaburkan fakta kematian seorang prajurit negara. Namun, J menolak diam.
‎
​"Saya sangat kenal almarhum. Saya siap mempertaruhkan keterangan saya di atas sumpah dalam pemeriksaan resmi. Kebenaran harus keluar!" tegas J.
‎
​Keluarga Minta Presiden Prabowo Subianto Ambil Alih Kasus
‎
​Menanggapi carut-marut pengusutan di lapangan dan kuatnya dugaan intimidasi terhadap saksi, pihak keluarga almarhum Pratu Samuel Ebet Wuarlela Sangadji resmi menyuarakan desakan terbuka kepada Kepala Negara.
‎
​Keluarga meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk turun tangan secara langsung, memerintahkan pembentukan tim investigasi independen yang terbebas dari intervensi oknum internal, serta menjamin perlindungan hukum maksimal bagi saksi J.
‎
​Bagi keluarga, kematian prajurit di medan tugas adalah duka negara, tetapi jika kematian itu ditutupi dengan intimidasi dan suap, hal tersebut merupakan kejahatan terhadap keadilan hukum Republik Indonesia.
‎
​Bola panas kini berada tepat di Istana Negara dan Markas Besar TNI. Publik menunggu: apakah hukum akan ditegakkan tanpa pandang bulu, ataukah tembok Pos Pamtas akan dibiarkan mengubur kebenaran selamanya?
‎
​Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi resmi dari pihak Satgas Yonif Parahyangan dan otoritas setempat terkait tuduhan intimidasi serta suap masih terus diupayakan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X