MAHATVA.ID -Komitmen besar untuk mengakhiri kegelapan di pelosok Indonesia Timur terus diperkuat. PT PLN (Persero) semakin memantapkan langkah dalam merealisasikan kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp9 triliun.
Investasi jumbo ini siap dialokasikan khusus untuk mempercepat elektrifikasi di wilayah Maluku dan Maluku Utara melalui program Listrik Desa (Lisdes).
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi krusial yang dilakukan antara Komisi II DPRD Provinsi Maluku dengan manajemen PLN Pusat di Jakarta pada akhir Agustus lalu (20/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi tonggak sejarah dalam upaya mengikis ketimpangan energi yang telah membelenggu masyarakat kepulauan selama puluhan tahun.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Maluku, Asis Sangkala, dan Ketua Komisi II, Irawadi, diterima langsung oleh Executive Vice President PLN Pusat, Ahmad Muzakir. Hadir pula jajaran Divisi Operasi Distribusi, Divisi Regulasi Kebijakan, serta perwakilan manajemen PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara.
Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, menegaskan bahwa fokus utama dari sinergi ini adalah menuntaskan persoalan akses energi di 104 desa yang selama ini belum tersentuh daya listrik yang memadai.
"Kami telah menyepakati komitmen bersama. Targetnya jelas, paling lambat pada tahun 2027, seluruh 104 desa tersebut harus sudah teraliri listrik 100 persen tanpa kecuali," ujar Irawadi menekankan kembali hasil kesepakatan tersebut.
Target progresif ini menjadi pilar utama agenda "Maluku Terang 2027". Mengingat kondisi geografis pulau-pulau terluar yang memiliki tantangan ekstrim, PLN akan menerapkan pendekatan teknologi adaptif.
Pasokan daya listrik nantinya akan dipenuhi melalui kombinasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) serta optimalisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ramah lingkungan.
Guna memastikan dana triliunan rupiah tersebut tepat sasaran, Komisi II DPRD Maluku berkomitmen untuk memperketat pengawasan, mulai dari tahap perencanaan hingga eksekusi di lapangan.
Transisi energi ini diharapkan tidak hanya menerangi rumah warga, tetapi juga mampu menghidupkan nadi perekonomian lokal dan menghapus jurang kesenjangan kualitas hidup antarwilayah di Nusantara.