• Sabtu, 10 Oktober 2026

Kebakaran TPA Galuga, Rudy Susmanto Bongkar Gundukan Sampah untuk Padamkan Bara di Dalam

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Jumat, 11 September 2026 | 01:22 WIB
Kebakaran TPA Galuga, Rudy Susmanto Bongkar Gundukan Sampah untuk Padamkan Bara di Dalam
Kebakaran TPA Galuga, Rudy Susmanto Bongkar Gundukan Sampah untuk Padamkan Bara di Dalam

BOGOR, MAHATVA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto memastikan penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, terus dilakukan secara intensif hingga kondisi benar-benar aman.

Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kota Bogor, upaya pemadaman dan pendinginan terus dikebut, terutama pada sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

Rudy menjelaskan, proses penanganan kebakaran di TPA Galuga membutuhkan metode khusus karena sumber bara berada di dalam tumpukan sampah yang telah menggunung selama puluhan tahun.

Gundukan sampah yang masih mengeluarkan asap terlebih dahulu dibongkar dan dipecah. Setelah itu, petugas melakukan penyemprotan air untuk mendinginkan bara api yang berada di bagian dalam tumpukan.

“Mesin terus berjalan. Hari ini kita bergotong royong bersama-sama masuk ke wilayah Kota Bogor, kita padamkan api. Beberapa gundukan yang mengeluarkan asap kita pecah, kita bongkar, setelah itu kita semprot dan dinginkan semuanya,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, tantangan penanganan kebakaran TPA Galuga hampir menyerupai penanganan kebakaran lahan gambut.

Tumpukan sampah yang telah mencapai ketinggian lebih dari 10 meter memiliki struktur yang padat. Kondisi tersebut memungkinkan bara api tetap berada di bagian dalam meskipun kobaran api tidak terlihat di permukaan.

“Pada saat dibongkar, tiba-tiba keluar asap mengepul warna hitam. Itu sebenarnya di dalamnya masih ada bara api yang menyala. Kalau tidak kita bongkar, ditunggu satu, dua, tiga hari tidak akan pernah mereda apinya,” jelasnya.

Karena itu, proses pemadaman tidak cukup hanya dilakukan dengan menyemprot bagian permukaan. Gundukan sampah harus dibongkar untuk menemukan sumber panas dan memastikan bara yang masih tersisa dapat didinginkan.

Rudy menargetkan proses pendinginan terus dilakukan hingga menjelang subuh agar aktivitas pelayanan persampahan dapat kembali berjalan secara bertahap.

Menurutnya, sampah dari Kabupaten maupun Kota Bogor harus tetap mendapatkan penanganan dan tidak boleh menumpuk di tengah permukiman masyarakat.

“Kita kebut sampai jelang subuh. Subuh truk sampah mulai masuk, kemudian kita atur durasinya beberapa jam berjalan. Sampah dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor tidak bisa kita biarkan ada di tengah kota, harus masuk ke TPA,” tegasnya.

Aktivitas pengelolaan sampah nantinya akan diatur secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lokasi.

Selain fokus pada pemadaman dan pendinginan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus memberikan perhatian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X