BOGOR, MAHATVA.ID – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim) Kabupaten Bogor melaksanakan Trial Mix dan Mix Design untuk kegiatan pembangunan jalan dan drainase lingkungan pada kawasan kumuh Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur lingkungan memenuhi standar teknis dan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
Trial mix dan mix design dilakukan untuk menguji kualitas material sekaligus menentukan komposisi campuran beton yang akan digunakan dalam pembangunan jalan dan drainase lingkungan.
Tahapan tersebut menjadi langkah awal agar infrastruktur yang dibangun memiliki mutu yang baik, aman, serta mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan pembangunan jalan dan drainase lingkungan merupakan bagian dari program peningkatan kualitas kawasan permukiman kumuh dengan luas di bawah 10 hektare.
“Melalui trial mix dan mix design ini, kami ingin memastikan seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara efektif, efisien, tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu. Yang paling penting, hasil pembangunan nantinya benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat di lokasi sasaran,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disperkim Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2026, pembangunan jalan dan drainase lingkungan tersebut dilaksanakan di lima desa.
Kelima lokasi tersebut yakni Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur; Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea; Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi; Desa Citeko, Kecamatan Cisarua; serta Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri.
Eko menegaskan, penanganan kawasan kumuh tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan lingkungan permukiman yang sehat, nyaman, aman, dan layak huni.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, pemerintah desa, pendamping lapangan, serta masyarakat menjadi faktor penting agar pelaksanaan pembangunan berjalan optimal.
Menurutnya, kualitas infrastruktur harus menjadi perhatian sejak tahap awal sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan standar teknis yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Camat Rancabungur, Dita, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Disperkim dalam meningkatkan kualitas lingkungan permukiman di wilayahnya, khususnya Desa Bantarsari.
Menurut Dita, pelaksanaan trial mix dan mix design merupakan tahapan penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur memenuhi standar teknis dan menghasilkan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Penataan kawasan permukiman bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan lingkungan yang sehat, layak huni, dan bermartabat bagi masyarakat. Kami di tingkat kecamatan bersama kepala desa dan pendamping lapangan siap mengawal program ini agar tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran,” ungkap Dita.