• Sabtu, 10 Oktober 2026

54 Ton Bantuan Pangan Disiapkan untuk Warga Singa dan Arwanop, Terdampak Kekeringan

Photo Author
Redaksi Mahatva, Mahatva.id
- Sabtu, 5 September 2026 | 15:04 WIB
54 Ton Bantuan Pangan Disiapkan untuk Warga Singa dan Arwanop, Terdampak Kekeringan
54 Ton Bantuan Pangan Disiapkan untuk Warga Singa dan Arwanop, Terdampak Kekeringan

TIMIKA, MAHATVA.ID -Pemerintah Distrik Tembagapura menyiapkan 54 ton bantuan pangan untuk masyarakat Kampung Singa dan Arwanop, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang terdampak kekeringan akibat kondisi cuaca ekstrem.

Bantuan tersebut terdiri atas beras dan minyak goreng. Pemerintah menargetkan proses dropping bantuan tahap awal mulai dilakukan pada Senin atau Selasa, dengan Kampung Arwanop menjadi lokasi yang lebih dahulu diprioritaskan sebelum dilanjutkan ke Kampung Singa.

Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu, S.STP., mengatakan penyaluran bantuan merupakan tindak lanjut arahan Bupati Mimika Johannes Rettob.

Hal itu disampaikan Dev seusai mengikuti kegiatan di Hotel Cenderawasih 66, Timika, Papua Tengah, Sabtu (5/9/2026).

“Kalau tidak ada halangan, Senin atau Selasa kami sudah mulai dropping pertama. Kami fokus pertama untuk Arwanop, setelah itu kami laksanakan untuk Singa. Namun, kami sementara berkoordinasi, kalau memungkinkan sekali jalan langsung dua kampung, akan kami upayakan,” ujar Dev.

Dev menjelaskan, total bantuan pangan untuk Kampung Singa dan Arwanop mencapai sekitar 54 ton. Bantuan tersebut merupakan akumulasi dari bantuan pangan sebelumnya sekitar 22 ton yang kemudian mendapat tambahan pada tahap berikutnya.

Selain beras, pemerintah juga menyiapkan sekitar 200 karton minyak goreng untuk masyarakat terdampak.

“54 ton itu bukan sedikit. Itu beras dengan minyak goreng. Untuk minyak goreng ada sekitar 200 karton,” katanya.

Menurut Dev, besarnya bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

Namun, penyaluran bantuan pangan ke Singa dan Arwanop tidak mudah. Kondisi geografis menjadi salah satu kendala utama karena kedua kampung tersebut hanya dapat dijangkau melalui jalur udara.

Karena itu, Pemerintah Distrik Tembagapura masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kampung, untuk menentukan pola dropping yang paling efektif.

Pemerintah tidak ingin bantuan yang telah disiapkan justru menyulitkan masyarakat ketika harus mengambilnya dari lokasi yang jauh dari permukiman.

“Kalau menggunakan pesawat, bantuan bisa diturunkan di daerah sekitar. Tetapi jangan sampai masyarakat harus berjalan jauh. Kalau dari kampung harus turun ke lokasi tertentu, bisa membutuhkan waktu satu hari. Karena itu kami sedang berkoordinasi bagaimana dropping-nya,” jelas Dev.

Di sisi lain, kondisi kekeringan di wilayah Tembagapura, khususnya Kampung Singa dan Arwanop, masih menjadi perhatian pemerintah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Redaksi Mahatva

Terkini

X